"Fuhh!! Kamu hampir saja membuat kita berdua kehilangan pekerjaan, Bar!" ungkap Starla setelah menghempaskan pantatnya di atas kursi tamu. Jika Starla yang takut kehilangan pekerjaan, maka berbeda dengan Bara. Pria itu lebih takut jika penyamarannya terbongkar. "Bagaimana Starla? Akhirnya Kau bertemu dengan direktur utama kita. Yahh.. Meskipun Kau menunjukkan kesan pertama yang kurang menyenangkan." Johan tiba-tiba muncul dan duduk pada kursi di antara Starla dan Bara. Bara sedikit berpaling untuk menghindari tatapan Johan, pamannya sendiri. "Pak Johan. Maaf, tadi di luar kendali.Yah, asisten saya ini masih terlalu muda, jadi masih sering--gugup," Starla mencoba mengarang cerita sebagai alasan. Johan beralih mengamati Bara. "Hmm-- masih muda, ya?" Johan mangguk-mangguk. " Pasti Kau s

