Bara menghentikan mobil. Sejenak ia terdiam menunggu Starla yang bekali kali menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya. "Fuhhh!!!" Starla mengipas ngipas lehernya dengan telapak tangan. "Bu Mona! sampai kapan Anda begini? sampai seluruh tamu pulang dan acara berakhir??!" tanya Bara yang sebenarnya mulai bosan. Meski bosan, jika disuruh memilih Bara akan memilih tetap di dalam mobil daripada harus ke acara tersebut. Tapi saat ini masalahnya adalah Starla! bukan untuk membantu atasan menyebalkan itu, tetapi sebenarnya Bara sendiri cukup terusik dengan pria bernama Ardan itu. Mengkhianati wanita dan berbuat kasar?! Hal ini tentu tak bisa dibenarkan. Meskipun Bara tak masalah jika itu terjadi pada Starla Monalisa, tetapi tetap saja hati kecilnya tak bisa berbohong bahwa pria tak seharusn

