"BANGUN!!!" "BANGUN!! PRIA MACAM APA YANG BERANI TIDUR DENGAN PUTRIKU!!" Kepala Bara terasa sakit kala suara cempreng seorang wanita menggema di telinganya. "Aduhh!! Wait!! Wait!! Ada apa ini?" Bara menahan bantal dan guling yang menghujani punggung dan kepalanya. Bara duduk dengan wajah marah. Bagaimana tidak marah? untuk pertama kali dalam hidupnya ada seseorang yang berani membangunkan dirinya di hari libur begini. "Heii!! Apa yang Kamu lakukan di kamarku!! Berani sekali Kau membangunkanku dari mimpi indah!!" bentak Bara pada seorang wanita paruh baya yang berdiri dengan bantal dan guling di tangan. Wajahnya tak begitu jelas karena posisi wanita itu membelakangi cahaya yang masuk melalui jendela di belakangnya. "KAMARMU KAU BILANG?!!" Srini kembali menghujani Bara dengan guling

