Abim tiba pada hampir dini hari saat semua orang telah berselancar di alam mimpi. Hanya tersisa beberapa pengawal yang bergantian menjaga keamanan disekitar villanya. Dia memilih untuk pulang ke villa mereka dari pada harus bermalam di Jakarta, walaupun harus menempuh perjalanan berjam-jam lamanya. Tapi itubtak seberapa dibanding harus menahan rindu dan khawatir kepada istri dan anaknya. Tidak ada ruangan lain yang dia tuju selain kamar Abyan. Mereka pasti tidur disana, pikirnya. Dan benar saja, keduanya tertidur berpelukan dibawah selimut tebal bergambar robot milik Abyan. "Sayang, apa kamu mau pindah?" dia menundukan tubuh ke arah Reva yang terlelap. Mengusap punggungnya dengan lembut. "Re?" kemudian dia duduk ditepi ranjang. Menatap wajah damai keduanya yang seketika saja membua

