BRAAAKK!! Pintu terbuka dengan keras dari luar, dan segera saja beberapa orang pria berpakaian hitam masuk dengan cepat. Razan memalingkan perhatian dari tubuh Reva yang tersudut di tembok, masih melakukan usaha terakhirnya untuk mempertahankan kehormatannya sebagai seorang wanita. Walau pakaiannya sudah terkoyak dan hampir saja menampilkan tubuh yang terbungkus di dalamnya. Sebuah pukulan mendarat di wajah Razan dengan keras secara berkali-kali, membuatnya terhuyung hingga dia terjerembab lantai. "Rupanya aku tak cukup hanya dengan mematahkan kakimu!" geram Abim yang terus melayangkan tinjunya secara bertubi-tubi walaupun wajah pria itu sudah berdarah darah. Dan tak ada seorangpun yang berani menghentikannya. Kemarahan pria ini sangat mengerikan dan tak ada seorangpun yang mampu m

