Sebuah Dendam

1002 Kata

Abim mencengkeram kerah kemeja bawahannya ketika mereka melaporkan hilangnya Reva dan Abyan dalam perjalanan pulang dari sekolah. Dan hanya membawa tas juga ponsel milik perempuan itu yang terjatuh di jalan saat melakukan perlawanan. "Bagaimana bisa?" geramnya. "Maaf pak, kelalaian kami." "Sudah aku katakan ikuti saja tanpa dia tahu. Mengapa kalian menurut saja untuk tidak mengikutinya? Dasar bodoh!" geram Abim lalu mendorong tubuh pria tinggi itu hingga terhuyung ke belakang. "Perbaiki kesalahan kalian, dan cari mereka sampai dapat. Jika tidak, kalian tahu apa yang akan terjadi." ucapnya, dengan lantang sembari mendekap tas putranya. "Dan kalian, selidiki keadaan di Jakarta. Aku yakin ini ada hubungannya dengan Vivi." Abim menunjuk bawahannya yang lain. "Siap pak." dan dua oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN