Skalla 63

1914 Kata

"Gila capek banget gue seharian latihan, ehem! Tuh, suara gue ampe serak" Ivy mengelus tenggorokan yang sakit karena kebanyakan dipake untuk menyanyi. The Hope semakin kompak, mereka bahkan udah punya tempat job tetap di salah satu cafe yang ada di depan SMA Bintang Mulia Bandung. "Lo pikir lo doang, nih tangan gue juga sakit ngegenjreng gitar terus" "Alah, gitu doang, lebay amat!" Ivy menampar tangan Anan membuat sang empu mengaduh, Anan membalas mendorong kepala Ivy. "Sakit b**o!" Ivy tertawa, gadis itu mendaratkan pantatnya di samping Anan. "Jadi ikutan, Vy?" "Ntahlah, Nan. Gue belum bicarain ini sama Gevit" Ivy menatap Anan sendu. "Lagian dia bapak lo bukan, emak lo juga bukan, ngapain harus bicara sama dia?" Ivy merebahkan tubuhnya, menjadikan paha Anan sebagai bantalan. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN