Skalla - 62

1599 Kata

“Ehem,.. eh, sudah?” laki-laki yang duduk di kursi roda itu menatap ke arah depan, dia tersenyum canggung. Mengangkat tangan, hendak melambai namun ragu, alhasil tangannya hanya menggantung di udara. “H..hai, hai..” Kemal memperbaiki posisi duduknya dengan susah payah, “Em.. Alfa, saya mau minta maaf karena tidak bisa mengatakan hal ini secara langsung.” Kemal mengusap wajah, sebelum melanjutkan berbicara. “Dua puluh tahun yang lalu, saya berjanji pada Dewi, mama mu, kalau suatu saat saya akan muncul kembali dengan sebuah pengakuan didepan kamu. Kamu pasti bertanya-tanya, 'kan? Darimana saya mengenal Dewi dan apa hubungan saya dengan dia." Kemal terlihat mengatur nafas sebentar. Siapapun yang memegang kamera, pasti merasa khawatir. Tapi Kemal menggeleng, minta diteruskan merekam. "Bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN