Skalla - 60

1732 Kata

Pukul sepuluh, Ivy masih terdampar di ruang studio bersama Anan setelah menyelesaikan latihan mereka. Hari-hari sibuk Ivy membuatnya jarang menghabiskan waktu bersama Gevit. Seminggu? Atau lebih, dia lupa kapan terakhir kali ketemu Gevit. Yang dia ingat saat Gevit hujan-hujanan datang ke kosan untuk mencari ketenangan setelah bertengkar dengan Andini. Sisanya mereka hanya berkabar via chat. Itupun tidak setiap hari. “Lo masih mau disini?” tanya Anan, mendaratkan b****g di samping Ivy, cafe di bawah tutup pukul sebelas, jadi mereka bisa disini sampai jam sebelas nanti. Ivy bergeser sedikit, memberi ruang agar tidak menempel bak cicak di dinding. “Hm, lo kalo mau balik duluan aja deh” “Dan ninggalin lo sendirian disini? Temen macam apa gue, Vy” Anan menggelengkan kepala, memperbaiki posis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN