Skalla-37

2153 Kata

Malam datang, menyambut dengan kegelapan. Tidak ada setitik cahaya bintang atau bahkan bulan pun agaknya enggan keluar. Di jam-jam yang mulai larut, seharusnya tubuh butuh diistirahatkan untuk menyambut hari esok. Tapi agaknya, tubuh Alena tidak bisa di ajak bekerja sama. Bahkan saat jarum jam bergerak menuju angka 11, gadis itu masih terduduk di pinggiran ranjang, menikmati udara malam yang berhembus melewati jendelanya. Leo pulang sekitar pukul sembilan malam tadi, dia menemani Alena seharian di kamar karena gadis itu tidak mau keluar bahkan untuk makan sekalipun Leo yang harus mengalah dan turun untuk mengambil makanan. Kalau Alena selalu bilang tidak lapar, bukan berarti dia juga tidak lapar. Leo manusia biasa, kalau sudah waktunya makan ya pasti lapar. Ketukan pintu terakhir dari Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN