Perpustakaan tampak lenggang karena jam pelajaran masih berlangsung, hanya ada sekitar 3 orang termasuk penjaga perpus yang ada di dalam sana. Dua orang itu duduk dalam keheningan, dengan masing-masing buku bacaan yang ditarik random dari raknya. Mereka berdua duduk di dekat dinding, agak menjauh dari tempat penjaga perpustakaan. “Udah sembuh?” tanya Gevit tanpa mengalihkan tatapannya dari buku agar tidak menarik perhatian. Bahkan dia berbicara dengan intonasi suara yang sangat pelan. “Udah” jawab sosok yang ada di depannya. Dia pun masih fokus pada buku bacaan, sesekali mencoret diatas layar Ipad. “Sori ganggu jam belajar lo” lanjutnya seraya mendongak. Sudah berapa hari dia tidak melihat wajah tampan nan rupawan yang ada di depannya ini. “Nggak masalah, Al.” Gevit melirik ke arah wa

