Kacau. Kata itulah yang dapat menggambarkan kondisi Gevit pagi ini, semalam dia sibuk meluapkan emosinya di kamar mandi sampai kelelahan dan berujung tertidur di ranjang dalam kondisi berantakan, darah kering mengotori punggung tangan dan seprai miliknya. Pagi-pagi sekali Gevit harus membersihkan darah tersebut lalu membalutnya dengan kasa dan plester. Setelah itu dia mengganti seprai jangan sampai Andini atau Letta tau bahwa semalam dia habis kesetanan. Setelah memastikan kamarnya rapi seperti biasa, Gevit turun. Dia sudah menyiapkan alibi jika nanti Andini bertanya perihal balutan kasa di tangannya. "Pagi sayang" sapa Andini manis seperti biasa, Gevit hanya membalas dengan sapaan selamat pagi juga lantas duduk di sana. "Hari ini mama masakin ayam kecap sama tumis sayuran, kamu mau mi

