Lenggang selama beberapa menit, Vero dan Leo sekarang tau alasan Gevit tidak mengajak mereka berdua atau lebih tepatnya hanya mengajak salah satu diantara mereka karena hal yang hendak dicari Gevit sedikit bersifat sensitif. Lebih sedikit yang tahu lebih baik. “Sori, Ge” Vero merasa bersalah, dia menatap Gevit dengan wajah kusut nya yang belum sempat kena air sejak bangun tidur. “Buat apa njir, lagipula nggak buruk juga lo ikut. Gue jadi ada sedikit hiburan dan nggak stuck mikir masalah ini” Gevit menepuk pundak Vero bersahabat, “yaudah yuk, masuk” Leo menahan lengan Gevit sebelum cowok itu kembali melangkah. “Gue tau lo udah penasaran, tapi sopan santun lo dimana. Ini rumah orang, pencet bel dulu anjir” Gevit nyengir, menunjukan deretan giginya yang rapi. “Iya juga ya” Setelah menung

