Sekitar pukul sebelas malam, Gevit dan teman-teman masih di rumah sakit. Mereka memutuskan untuk tetap tinggal dan menemani Anggoro sekaligus membantu mencari pendonor ginjal untuk Alfa. Mereka pikir lebih baik disini daripada di rumah dengan perasaan cemas. Di jam selarut ini, mereka sibuk menelepon rumah sakit dari A sampai Z yang ada di Bandung untuk bertanya perihal ketersediaan pendonor ginjal. "Golongan darah B negatif, sus" "Maaf, di rumah sakit kami yang tersisa hanya golongan darah A" Telepon dimatikan, Leo berdecak kesal. Dia sudah menghubungi lima rumah sakit, dan tidak ada hasil sama sekali. "LAIN KALI SEDIAKAN LEBIH BANYAK GINJAL! TAWARI SAJA MEREKA BOBA TIGA, PAHAM?!" Tut. Nafas Vero naik turun, kesal sekali. Bagaimana tidak, tak kurang dari delapan rumah sakit yang dia

