Ruangan lenggang, hanya suara nafas Letta dan Leo saling bersahutan. Pertanyaan Letta tadi membuat Leo terdiam seribu bahasa, dia tidak bisa menjawab. Gadis di depannya ini sudah terlalu banyak menyimpan rasa sakit sendirian, bersikap seolah semua baik-baik saja. “Kak Leo nggak bisa jawab kan? Karena kakak nggak tau rasanya di posisi gue” Tatapan Leo kosong, ada gemuruh di d**a yang ingin sekali Leo keluarkan tapi sebisa mungkin dia tahan. Tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi dengan dia dan keluarga, tidak akan pernah ada yang tau karena Leo selalu menganggap semua masih sama. “Ya, mungkin, Ta” tangan Leo meraih tangan Letta untuk di genggam, “Sori, Ta, bukan karena gue gak mau kasih tau lo tentang semua yang terjadi, tapi karena gue nggak berhak.” “Abang ya?” Leo hanya meng

