Di makam Susan, Abyan menghela napas, menatap gundukan tanah di depannya. Dalam hati, ia mengirimkan doa untuk Susan, wanita yang pernah singgah di hatinya. Setelah selesai, Abyan bersama asistennya, Hanif, kembali ke rumah sakit untuk menemui Reyna. Di kamar rawat, Reyna menatap Abyan dengan mata sembab. “Mama sudah dikuburkan, Mas?” tanyanya dengan suara serak. Abyan mengangguk, berjalan mendekat dan mengusap kepala Reyna. “Iya, Sayang. Mama kamu sudah tenang di sana.” Reyna memeluk Abyan erat. Ia terisak. "Makasih, Mas. Dan maafkan Mama kalau banyak salah sama Mas Abyan." Abyan membalas pelukan Reyna. "Sudahlah, Sayang. Bagaimanapun, Susan dia wanita yang pernah ada di hati Mas, dan Mas sudah memaafkan kesalahannya," ucap Abyan, mencoba tegar. Reyna melepaskan pelukannya.

