Flash back on Suara monitor di ruang ICU rumah sakit malam itu cuma bunyi “tit... tit...” yang monoton. Dokter Galih berdiri diam di samping ranjang Reyna, menatap tubuh perempuan muda itu yang terbaring lemah. Di sebelahnya, bayi mungil yang baru lahir menangis pelan, dibungkus kain putih. Suster di sebelahnya sudah siap menutup tubuh Reyna dengan kain. Galih menarik napas panjang, lalu pelan-pelan berkata lirih, “Suster, sebentar. Taruh bayinya di d**a ibunya dulu.” Suster itu sempat ragu. “Tapi, Dok...” “Lakukan aja,” potong Galih lembut. Bayi itu diletakkan di d**a Reyna. Sesaat cuma hening... sampai tangisan kecil itu terdengar makin kencang. Dan tiba-tiba— monitor jantung yang tadinya datar, bergerak lagi. “Dok! Detaknya balik!” teriak suster kaget. Galih langsung menat

