Sudah hampir dua minggu keluarga Abyan hidup tenang. Embun makin akrab sama Abyan, dan rumah mereka selalu ramai tawa. Tapi malam itu, Abyan duduk sendirian di ruang kerja. Di tangannya, ada satu amplop coklat yang baru dikasih kurir siang tadi. Dia buka perlahan. Isinya cuma selembar foto — foto Reyna, diambil diam-diam waktu masih dirawat di rumah sakit. Di belakang foto, ada tulisan kecil: “Kau pikir aku nggak tahu dia masih hidup?” — E. Abyan langsung kaku. Napasnya berat. Nama itu — Elzham. Satu-satunya orang yang bikin hidupnya berantakan dulu. “Mas?” suara Reyna terdengar dari luar pintu. Abyan buru-buru nutup amplop itu dan nyelipin di bawah tumpukan dokumen. “Iya, Na. Kenapa?” “Kamu belum tidur?” Reyna masuk, rambutnya masih basah abis keramas. “Nggak, cuma beresin kerja

