Bab 11
"Hey ada apa? kenapa kau memutar balik?" tanya Andre yang tampak kebingungan.
"Tenang lah! kau ikuti saja apa yang ku lakukan."
Vita melaju kan mobil nya begitu kencang, dia mengikuti arah GPS mobil Billy berjalan.
Saat pergi dari rumah, dia ingin mengetahui kemana papa nya akan pergi, dan benar kah Billy akan pergi untuk bekerja atau pergi bersama Erika.
Tanpa sepengetahuan Billy, diam-diam Vita memasang GPS dibawah kolong mobil Biily, dan setelah itu, dia pergi keluar untuk mengambil mobil nya.
Mobil Billy melaju kerumah Erika, disana Billy menjemput Erika untuk pergi menggugurkan kandungan nya, dan setelah itu melakukan operasi plastik sesuai dengan persyaratan yang telah di janjikan.Vita sudah menduga niat awal Billy, dia pergi bukan untuk bekerja, tetapi untuk pergi bersama Erika.
"Hey, kenapa kau mengikuti mobil itu? dan kenapa kita berhenti di sini?" tanya Andre yang tak mengerti,apa yang sedang dilakukan Vita.
"Apa kau sibuk hari ini?" tanya Vita.
"Hmm, aku pikir tidak, aku punya waktu kosong hari ini, kenapa?" jawab Andre.
"Temani aku, kemana pun aku pergi?" pinta vita dengan mata tetap mengawasi Billy dan Erika.
Tak berapa lama, tampak Billy dan Erika, keluar dari dalam rumah, dengan senyuman dan rangkulan mesra tangan Erika di pinggang Billy.
"b******n!" ucap vita yang menyaksikan itu.
Andre yang sedang minum, tersedak saat vita mengatakan b******n, dia pikir Vita mengatakan dirinya seorang b******n.
"Apa maksudmu? kau mengatakan aku b******n?" tanya Andre membulat kan mata nya, tak percaya apa yang barusan dia dengar.
"Tidak, aku tidak mengatakan kau b******n,aku mengatakan pria itu," ucap vita yang menunjuk Billy dan Erika memasuki mobil.
"Maksud mu pria tua itu?" ucap Andre yang menunjuk ke arah Billy.
"Iya!" Jawab vita singkat.
"Wah dia sangat pintar mencari wanita, wanita itu sangat cantik dan terlihat seksi," ucap Andre.
Vita menoleh kesamping, melihat reaksi Andre saat memuji Erika dengan berlebihan dan berkata,"Apa kau tergoda melihat nya? pria yang bersama nya adalah papa ku."
Andre menelan ludah, saat mendengar vita mengatakan pria itu adalah ayah nya.
"Kenapa kau bicara tanpa ekspresi? kau membuat ku takut, setiap kata yang kau keluar kan dari mulut mu," ucap Andre memandang Vita.
"Mobil nya bergerak, bisa kah kau menyetir untuk ku? aku tidak punya tenaga lagi untuk mengikuti mobil ini," pinta vita berusaha menahan emosi nya.
Andre yang begitu cepat peka dengan suasana, tanpa banyak tanya, dia mengambil alih kendali, untuk terus mengikuti mobil Billy.
Hampir 30 menit mereka terus mengikuti mobil Billy, sampai akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah bandara.
"Mereka berhenti di bandara? apa selanjutnya yang harus di lakukan?" tanya Andre kepada vita yang hanya diam sepanjang perjalanan.
"Apa kau punya paspor? aku pikir ayah ku akan terbang ke luar negeri?" ucap Vita.
"Apa? keluar negeri? apa aku terlihat seperti pengangguran, yang hanya keluar negeri untuk pekerjaan yang tidak penting?" Cetus Andre mulai kesal dengan permintaan aneh vita pada nya.
"Ini sangat penting untuk ku! ini tentang hidup ku dan hidup mama ku, aku tidak tahu apakah sanggup menyaksikan hal berikutnya," ujar vita yang tak terasa air mata nya mulai jatuh.
"Apakah ini air mata asli? bukan palsu kan?" tanya Andre berlagak polos.
Dengan cepat vita menghapus air matanya, dia tak ingin terlihat lemah, dia harus tetap kuat, dia harus tahu apa saja yang di lakukan kan papanya saat bersama selingkuhan nya.
Sampai dia punya kekuatan untuk mengatakan semuanya ke pada mama nya.
"Kau bisa pergi? terima kasih sudah menemani aku sejauh ini," ucap Vita yang bersiap untuk turun menuju bandara.
"Tunggu! aku akan ikut dengan mu," ucap Andre penuh keyakinan.
"Tapi paspor mu?"
"Aku sudah menyuruh salah satu orang di Bar, untuk mengantarkan semua kebutuhan ku. Setelah itu, aku akan ikut dengan mu," ucap Andre tersenyum.
Vita langsung memeluk Andre, dia merasa masih ada orang yang peduli pada nya di dunia ini.
Andre merasa kikuk, saat vita tiba-tiba memeluk nya, ada perasaan aneh yang dia rasa kan, tapi dia sadar vita akan membencinya setelah mengetahui kebenaran tentang siapa dia sebenarnya.
"Terima kasih, kau masih peduli pada ku, aku tidak akan melupakan kebaikan mu pada ku. Aku akan membalas nya setelah semua ini selesai," ucap vita dengan air mata berlinang.
Andre hanya menyapu-menyapu belakang vita untuk berusaha menenangkan nya.
Tak berapa lama, seseorang mengetuk kaca mobil mereka dari luar, Andre membuka separuh kaca mobil nya dan melihat anggota di Bar nya mengantar kan apa yang di pinta nya.
Setelah semua nya lengkap, Andre dan Vita turun dari mobil lalu masuk ke bandara untuk melakukan mengikuti Billy dan Erika.
"Tetap lah disini, aku akan memesan tiket untuk mu, dan bertanya kemana penerbangan selanjutnya," ucap Andre.
Vita hanya mengangguk, duduk di salah satu kursi bandara, dari kejauhan dia melihat Billy yang juga sedang duduk tak jauh dari kursinya menunggu keberangkatan. Dengan manja Erika menyandarkan kepala nya ke bahu Billy, lalu Billy merangkul pinggang Erika. semakin hancur hatinya menyaksikan semua itu.
"Jangan di lihat, jika itu membuat hati mu semakin sakit," ucap Andre selesai memesan tiket.
"Kau sudah selesai? apa kau tahu mereka akan pergi ke mana?" tanya Vita.
"Iya, penerbangan selanjutnya akan berangkat ke Korea, dan mereka pergi ke Korea," jawab Andre duduk di samping Vita.
"Kapan pesawat nya akan berangkat?" tanya Vita.
"45 menit lagi, kau tenang lah, jangan terlihat cemas, aku juga pernah mengalami hal yang sama seperti mu," ucap Andre dengan tersenyum.
"Apa? kau pernah mengalami apa?" vita yang sedikit terkejut dengan ucapan Andre.
"Aku akan bercerita saat waktu nya tepat,"
Tak berapa lama, suara terdengar jelas untuk memerintahkan segera masuk ke dalam pesawat, kerena pesawat akan segera berangkat. Vita dan Andre berjalan setelah Billy dan Erika memasuki pesawat, dengan memakai topi dan masker vita melewati bangku Billy dan Erika, sehingga Billy tak menyadari, bahwa vita satu pesawat dengan nya.
"Kamu jangan tegang sayang," ucap Billy sangat lembut kepada Erika.
"Aku tidak tegang, justru aku sangat bersemangat, setelah anak ini pergi, aku akan menjalani operasi plastik di Korea, dan aku akan terlihat sangat begitu cantik, ketika kembali ke Indonesia, dan aku juga akan menikmati liburan di korea nanti nya," ucap Erika dengan wajah yang berbinar, membayangkan bahwa dirinya wanita yang sangat bahagia dan beruntung di dunia ini.
Suasana hening saat penerbangan sudah di mulai, Andre dan vita hanya diam, larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Bersambung ....
Happy reading ?