PERGI KE KOREA

1049 Kata
Bab 10 Vita pun segera keluar dari kamar menuju meja makan, saat separuh perjalanan menuju meja makan, langkah nya terhenti melihat Billy duduk di salah satu kursi makan. Engan rasanya duduk bersama dengan papa nya, tapi dia juga harus berakting agar Rika tak curiga. "Kamu kemana tadi malam sayang?" tanya Billy melihat vita berjalan mendekati meja makan. "Di rumah teman, ada tugas yang harus di kerjakan," jawab Vita dengan jutek lalu duduk menjauh di salah satu kursi dari Billy. "İni makanan nya sudah siap, ayo kita makan," ucap Rika yang menghidangkan makanan di atas meja. "Wah ini enak sekali sayang, aku makin cinta sama kamu," Goda Billy mencubit manja pipi Rika. "Munafik! semua nya palsu!," gerutu vita dalam hati. "Vita, ayo makan!" perintah Rika melihat vita melamun. "Iya ma," ucap Vita. "Sayang, besok kamu temani mama di rumah ya, kamu jangan biarkan mama sendirian dirumah," pinta Billy. "Papa mau kemana?" tanya Vita menyelidiki. "Papa ada urusan bisnis," jawab Billy. "Berapa lama?" tanya vita mencari tahu. "Papa tidak bisa pastikan, tapi mungkin beberapa bulan," jawab Billy. "Wah ternyata kau ingin liburan bersama wanita itu," gerutunya dalam hati lalu menjatuhkan sendok meluapkan amarahnya. "Ada apa Vita?" tanya Rika heran. "Ha? maaf,Ma! sendok nya terlepas dari tangan," ucap nya menatap tajam ke arah Billy. "Kamu sama seperti mama kamu, saat mendengar papa ingin pergi, kalian begitu shock, sehingga tidak fokus dengan apa yang kalian pegang," ucap Billy tersenyum lebar. "Bahkan berpisah selama nya dengan mu tidak masalah bagi ku," gerutu vita dalam hati menatap tajam Billy. Makan malam berlangsung begitu saja, setelah selesai makan malam.Billy dan Rika duduk bersama menonton tv. "Kamu mau kemana lagi, Vita? tanya Rika yang menegur saat vita di depan pintu. "İya ma, hanya sebentar kok," jawab Vita. "Yasudah, jangan pulang sampai malam lagi ya," ucap Rika. Vita hanya mengangguk tanda jawaban untuk mama nya, dia pergi berjalan keluar, dia berniat ingin mencari udara segar. "Ah sial, mobil ku masih berada di Bar," gerutu vita kesal. Vita pun berjalan keluar pagar rumahnya, memberhentikan salah satu taksi yang sedang lewat, dia memberitahu alamat yang ingin di tuju nya kepada supir taksi. "Mobil ku, kamu baik-baik saja di sini kan?" ucap Vita saat melihat mobil nya terparkir di luar Bar. "Hey kita bertemu lagi," ucap seseorang menegur nya. Vita pun menoleh ke arah suara tersebut, dia melihat Andre berdiri tepat di hadapannya. "kau mengikuti ku?" bentak vita. "Apa aku terlihat seperti pengangguran?" jawab Andre. "Jadi kenapa kau di sini? apa yang kau lakukan disini?" tanya Vita. "Harus nya aku yang memberi pertanyaan itu pada mu." "Kau tidak lihat? aku sedang mengambil mobil ku yang tertinggal," cetus Vita kesal. "Aku juga berada di wilayah ku, dan saat ini kau berada di wilayah ku," ucap Andre menaikkan alis nya. "Apa maksudmu?" tanya Vita tak mengerti. "Bar ini adalah milik ku," ucap Andre menunjukkan Bar yang sering di datangi vita. Vita menertawakan Andre, dia tak percaya bahwa Andre adalah pemilik Bar tersebut, dia sering datang ke sini, namun dia tak pernah melihat Andre sekali pun. "Kau pikir aku akan percaya kata-kata mu," cetus Vita. "Terserah pada mu! aku juga tidak memaksa mu untuk mempercayai ku." ucap Andre mengangkat bahunya. Tiba-tiba salah satu pria berbadan tegap dan kekar menghampiri Andre. "Tuan, anda ada janji dengan pak Agus," ucap pria berbadan kekar itu. "Baik, aku akan segera menemui nya." "Tuan?" ucap Vita dalam hati tak percaya. Vita kenal dengan pria itu, dia adalah penjaga Bar, "Jadi benarkah Andre pemilik Bar ini?" gumam nya dalam hati. "Apa yang kau pikirkan? sekarang kau kagum pada ku?" ucap Andre tersenyum. "Pede amat sih," cetus vita memutar bola matanya ke atas. "Jadi apa kau percaya sekarang? aku adalah pemilik Bar ini?" Vita yang hanya terdiam, sekaligus malu, kerena sudah meremehkan Andre."Oke aku percaya, kerena terpaksa," cetus vita. "Kerena terpaksa? kenapa seperti itu?" tanya Andre yang tak mengerti. "Lupakan! aku harus pergi," ucap vita berlalu masuk ke dalam mobilnya. "Apa aku boleh bergabung dengan mu hari ini?" pinta Andre menawarkan diri. Sejenak Vita berpikir, "Jika aku pergi sendiri, kemana aku harus pergi? aku juga tidak punya tujuan," ucap nya dalam hati. "Apa melamun adalah hobi mu?" tegur Andre. "Apa kau punya tempat yang menarik untuk di kunjungi?" "Tentu, kau mau pergi bersama?" Ajak Andre. "Kemana?" tanya vita. "Tempat yang tak bisa kau lupakan." "Bukankah kau ada janji?" ucap Vita mengingat kan. "Aku bisa membatalkan nya, bagaimana? apa kau tertarik?" "Tentu, ayo pergi!" ajak Vita. "Naik mobil mu?" tanya Andre. "Kenapa? kau tidak mau?" "Tidak masalah, hanya saja ini kali pertama aku naik mobil perempuan," ucap Andre tersenyum. "Ayo cepat masuk!" ucap Vita menyuruh Andre masuk dan duduk ke dalam mobil. "Kau yang menyetir?" "kenapa? kau takut aku akan menabrak kan mu?" "Haha, tidak! bukan seperti itu, hanya saja../ "Ini kali pertama kau duduk di mobil tanpa menyetir, dan seorang wanita yang menyetir," ucap vita memotong pembicaraan. Andre hanya tertawa dengan perkataan vita, dia hanya mengangguk, dan merasa vita gadis yang berbeda, dari gadis yang dia temui sebelumnya. "Baik lah, jika kau memaksa, aku tidak punya pilihan," ucap Andre masuk kedalam mobil. Vita pun segera menghidupkan mobilnya lalu menuju tempat yang di kata kan Andre. Andre memberi arah jalan, kemana yang harus di tuju Vita. Billy yang bersiap-siap mengemas barang-barang yang di butuhkan selama pergi bersama Erika, untuk mengugurkan anak yang di kandung nya. "Aku akan merindukan mu,Mas," ucap Rika yang memeluk Billy dari belakang. "Aku juga akan sangat merindukan mu sayang, tapi ini adalah tugas kantor, aku tidak bisa membatal kan nya," ucap Billy yang berbalik ke arah Rika. "Tidak, aku tidak melarang mu, kau bisa pergi, ini demi kepentingan kita bersama," ucap Rika dengan lembut. "Aku janji, setelah aku pulang dari luar kota, aku akan mengajak mu dan vita liburan bersama," ucap Billy sambil memeluk Rika. "Terima kasih,Mas," Rika yang terlihat bahagia dengan ucapan Billy. Billy pun segera membawa barang-barang nya keluar, lalu bersiap untuk pergi, dan tak lupa dia berikan kecupan di kening Rika. "Hati-hati ya,Mas!" ucap Rika mengantar Billy Sampai depan pintu rumah. Billy hanya tersenyum lalu segera memasukkan barang bawaannya ke dalam bagasi mobil dan berlalu pergi. Vita melihat handphone nya, mendapatkan notifikasi, bahwa mobil Billy sudah bergerak. Dengan sigap, vita memutar balik mobilnya mengikuti kemana arah mobil Billy pergi. Bersambung .... Happy reading ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN