PELAKOR TIDAK SELALU MENANG

1150 Kata
PELAKOR TIDAK SELALU MENANG Erika semakin kesal melihat tingkah Rika yang begitu Santai saat mendengar kata-kata yang dia ucapkan. Tidak ada raut wajah kesal yang Rika perlihatkan sama sekali. Erika terus mencoba segala usaha untuk membuat Rika marah, dia kesal jika Rika menatapnya dengan santai. "Hey! ada apa? kenapa kau diam? apa kau sekarang ketakutan kehilangan Billy dan jatuh kedalam pelukan aku? ucap Erika dengan tertawa mengejek. "Aku tidak peduli dengan semua itu," cetus Rika dengan pandangan yang siap menerkam Erika, tapi dia tetap untuk tenang, agar tak terlihat dia mengemis cinta pada Billy. "Dasar munafik! kamu tahu engak? setiap pulang kerja dia selalu datang kerumah aku, dia selalu merindukan aku. Billy selalu memberikan aku barang mewah, katanya dia malas pulang kerumah liat istri kucel seperti kamu," ucap Erika terus mengoceh. Rika hanya tersenyum mendengar semua perkataan Erika yang terlalu membanggakan tentang Billy. "Sebentar lagi kamu akan kehilangan segalanya, Billy akan datang kedalam pelukan ku," ucap Erika dengan tatapan sinis merendahkan. Dengan santai Rika berkata,"Kamu begitu bangga menceritakan tentang lelaki tidak berguna itu," ucap Rika dengan tertawa. "Tentu saja, dia selalu menuruti apa yang aku pinta, bahkan untuk meninggalkan mu detik ini juga," jawab Erika ketus. "Kamu tau apa yang kamu rebut dari saya?" ucap Rika tersenyum menantang. "Suami tercinta kamu, aku merebut seseorang yang kamu miliki selama ini," jawab Erika dengan perasaan bangga. "Ternyata kamu tidak tahu banyak tentang Billy, seorang lelaki mata keranjang yang hidup dari penghasilan kerja keras saya selama ini, Oia bukan saya yang akan kehilangan segalanya, tapi kamu!" ucap Rika dengan perasaan puas. Rika lalu berjalan pergi meninggalkan Erika setelah mengatakan apa yang perlu dia katakan. dia berjalan melenggok tanpa ada rasa beban yang mempengaruhi nya. "Pembalasan akan segera dimulai," gumam Rika dengan tersenyum kecut. Erika semakin kesal dengan semua perkataan Rika yang merendahkan nya lalu pergi begitu saja tanpa memberikan kesempatan untuk menjawab perkataanya."Sial! lihat saja aku akan memberimu pelajaran, aku tidak akan biarkan Billy pulang lagi ke rumahmu," ucapnya kesal. "Bagaimana Rika? apa terjadi keributan disana?" tanya temannya yang tampak begitu khawatir. "Semuanya sudah selesai, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, bukan kah kau mengatakan padaku untuk tetap bersikap elegan didepan pelakor?" ucap Rika tersenyum. "Kau yakin baik-baik saja saat ini? kita bisa minum sesuatu untuk menghilangkan penat yang ada di dadamu saat ini," ucap temannya tampak khawatir. "Ide menarik, ayo kita pergi," ajak Rika ingin melepaskan beban yang ada di hatinya. Mereka pun pergi ke sebuah cafe untuk bersantai menikmati suasana sepi dengan alunan musik klasik. "Hey! kamu Ayu kan? udah lama banget kita gak jumpa. Kamu kemana aja?" sapa seorang lelaki yang menghampiri teman Rika. "Damian? wah aku gak nyangka ketemu kamu disini," ucap Ayu. "Aku sedikit sibuk dengan pekerjaan," jawab Damian. "Eh, kenalin ini Rika, teman aku," ucap Ayu menunjuk kearah Rika. Rika dan Damian berkenalan mengucapkan nama masing-masing, Damian tertarik dengan wajah Rika yang begitu cantik disusul dengan senyuman indah dari bibirnya. "Udah dong! jangan kelamaan megang tangannya," ucap Ayu yang memperhatikan dari tadi. Damian tampak malu, begitu cepat Ayu melihat ketertarikan nya dengan Rika. "Kamu mau kemana? gabung aja sama kita?" tanya Ayu. "Aku mau makan siang?" jawab Damian. "Yaudah, gabung aja sama kita," ajak Ayu. Damian ikut bergabung dengan mereka, pembicaraan yang tak penting mereka bicarakan, sesekali Rika tertawa saat Damian membicarakan hal yang menurutnya lucu. "Aduh! maaf ya Rik! kayak nya aku harus pergi sekarang deh, suamiku nyuruh aku tiba-tiba untuk datang kekantor nya," ucap Ayu yang sengaja ingin mendekatkan Rika dan Damian. "Gak papa, ntar aku bisa pulang naik taksi," jawab Rika tersenyum. "Jangan dong, kamu bisa pulang diantar Damian aja, boleh kan?" tanya Ayu memainkan matanya pada Damian. Damian yang mengerti dengan maksud Ayu, dengan cepat dia menyetujui begitu saja. Ayu pun beranjak pergi meninggalkan mereka berdua. Rika yang merasa tak nyaman berdua saja dengan Damian, dia hanya diam dan gelisah. "Mau pulang sekarang?" tanya Damian. "Emm.. iya, kita pulang aja ya," ucap Rika sedikit canggung. Akhirnya Damian mengantarkan Rika kembali pulang kerumahnya, tak banyak yang mereka bicarakan, mereka hanya diam sepanjang perjalanan. Damian juga merasa kaku saat berdua dengan Rika didalam mobil. "Terima kasih ya, udah report-repot nganterin aku pulang," ucap Rika tersenyum. "Tidak masalah, senang bertemu dengan mu," jawab Damian membalas senyuman Rika. Rika pun pergi masuk kedalam rumah, saat Damian sudah pergi menjalankan mobilnya. Saat memasuki rumah, dia menarik nafas, menatap sekeliling rumah, dia teringat kenangan yang dia lakukan bersama Billy. Canda tawa yang terngiang di telinga membuatnya menangis. Dia tak menyangka semuanya berakhir dengan sebuah penghianatan. "Mama, Vita pulang?" ucap vita yang memasuki rumah. Dengan cepat Rika menghapus air matanya, dia tak ingin vita melihat dia sedang menangis, "Vita, kamu besok jangan kemana-mana ya!" ucap Rika berusaha tersenyum. "Emang kenapa?" tanya vita mengerutkan keningnya. "Besok hari ulang tahun papamu, kita rayakan bersama dirumah ini," ucap Rika. Malas rasanya vita merayakan ulang tahun yang setiap tahunnya mereka rayakan dengan perasaan bahagia, tapi berbeda dengan tahun ini. Vita tak punya selera untuk menghadirinya Tapi demi untuk membuat mamanya bahagia, dia terpaksa harus ikut. "Iya, Ma" ucap Vita. *** Andre yang tersenyum bahagia, kerena dia dan Vita sudah berpacaran. Tapi senyuman itu pudar, saat Vita mengetahui hubungannya dengan Erika."Apa yang harus kulakukan kalau Vita sampai tahu aku berpura-pura tidak mengenal Erika selama ini? bagaimana jika dia tahu aku pernah berhubungan dengannya,?" perasaan gelisah mulai menyelimuti Andre. Hari yang dinanti akhirnya tiba, Rika dengan sibuk menyiapkan semua acara perayaan ulang tahun Billy, dia memasak begitu banyak makanan, dan memesan kue ulangtahun yang begitu besar dengan tulisan nama Billy diatasnya. Vita yang hanya duduk dirumah melihat mamanya yang begitu semangat mempersiapkan segalanya. Malam pun tiba, terdengar suara mobil Billy yang memarkirkan mobilnya dihalaman rumah. Rika dan Vita yang bersiap didepan pintu untuk mengejutkan Billy dengan kejutan yang mereka buat. Saat Billy berjalan membuka pintu.. "Kejutan!!" ucap Rika menunjukkan semua yang telah dia siapkan. Billy merasa haru dan bahagia dengan suasana rumah yang didekorasi hanya untuk perayaan ulang tahunnya. "Selamat ulang tahun sayang, aku menyiapkan semua ini untuk kamu dengan susah payah," ucap Rika. "Terima kasih sayang, ini begitu sangat indah, ini berbeda dari tahun sebelumnya," jawab Billy memeluk Rika dengan haru. "Ayo kita potong kue bersama, aku dan Vita sudah lama menunggu kepulangan kamu," ucap Rika menuju kue bolu yang akan segera dipotong. Billy memberikan potongan kue pertama untuk Rika dengan sebuah ciuman di keninngnya, dan begitu juga dia berikan untuk Vita. "Oke, saat nya kita memberikan kado untuk kamu,Mas," ucap Rika. "Tidak perlu sayang, kamu dan vita adalah kado terindah yang aku punya," ucap Billy tersenyum bahagia. "Ini kado untuk mu, aku sudah persiapkan sejak lama," ucap Rika memberikan kertas yang berlapiskan sampul coklat. "Apa ini sayang? sepertinya kado ini sangat spesial?" tanya Billy dengan tatapan bahagia lalu segera membuka amplop tersebut. Bersambung .... Happy reading buat para readers tercinta. Kira-kira apa ya, isi dalam kertas itu? Jangan lupa tetap baca UP berikutnya ya ??
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN