PERMAINAN DI MULAI

1010 Kata
"Ada apa?" ucap vita. "Dari mana saja kamu pulang larut malam seperti ini," bentak Billy melampiaskan kekesalannya. "Kenapa harus dipermasalahkan! urus saja urusan masing-masing," ucap vita ketus. Vita berjalan pergi meninggalkan Billy yang berdiri menatapnya dengan meredam amarah."Lama-lama aku bisa gila dengan kekacauan dirumah ini," ucapnya frustasi dan kembali menuju kamar untuk tidur. *** Suasana pagi normal seperti biasanya, tak ada yang berubah.Rika tetap berusaha bersandiwara, sampai tujuan dan niatnya terlaksana kan. Hari ini Rika disibukkan dengan kegiatan Arisan bersama teman-temannya yang kebetulan diadakan dirumahnya sendiri, ketika emak-emak sedang berkumpul, dunia pergosipan pun dimulai. "Eh jeng, tau enggak sih suaminya si Ani selingkuh, suaminya direbut sama pelakor," ucap salah satu emak rempong. "Ah yang bener, memangnya liat dimana?" sahut salah satu teman mereka. Rika yang merasa bosan dengan pergunjingan yang tak penting menurutnya, pembicaraan mereka seolah-olah sedang membicarakan dirinya sendiri didepan matanya. "Suamiku juga sedang berselingkuh," ucap Rika secara tiba-tiba membuat semua emak-emak yang bergosip terkejut mendengar apa yang barusan diucapkan Rika, semua mata tertuju padanya menatap tak percaya. "Kamu ini bisa saja bercandanya, jangan ngomong seperti itu, nanti jadi kenyataan loh, gak baik ah," ucap salah satu temannya. "Kalian tidak perlu membicarakan orang lain yang belum tentu kebenarannya, kalian bisa membicarakan tentang diriku. Jika aku juga tidak bersama kalian, kalian juga akan membicarakan perselingkuhan suamiku," ucap Rika ketus. Suasana hening seketika yang awalnya ribut dengan ghibah tentang keburukan orang, tak ada satupun yang membuka suara untuk berbicara, sampai pada akhirnya.. "Aku tahu siapa selingkuhan suamimu?" ucap seorang wanita yang dari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Semua mata terbelalak menatap wanita itu, tak ada yang menyangka bahwa ucapan Rika tak main-main, dia mengatakan kebenaran tentang perselingkuhan suaminya. "Jadi dia tidak main-main?" "Eh, beneran ternyata suaminya selingkuh?" Sahut menyahut suara emak-emak saling bertanya satu sama lain. "Siapa dia? bagaimana kau bisa mengetahui semuanya?" tanya Rika menatapnya tajam. "Aku satu pesawat dengan suamimu saat berangkat ke Korea, waktu itu aku ada urusan pekerjaan mendadak. Aku pikir kau yang bersama Billy berpelukan mesra, saat aku mendekatinya, aku melihat wanita lain bersama suamimu, dan lebih mengejutkan nya lagi, Vita mengetahui semua perselingkuhan papanya, dia pergi mengikuti Billy sampai ke Korea," terang wanita itu dengan wajah datar. Rika terdiam dan lemas mendengar semua perkataan wanita itu, dia tak menyangka vita menyimpan rahasia sebesar ini, dia khawatir dengan psikologi anaknya yang menyaksikan ayahnya sedang bermesraan dengan wanita lain. "Ke..kenapa kau baru memberi tahuku sekarang? kenapa kau sembunyikan semua ini dariku?" ucap Rika menangis tak dapat membendung air matanya lagi. "Maaf kan aku, bagaimana aku bisa memberi tahu kebenaran ini padamu, jika aku tidak punya bukti yang kuat, dan anakmu juga tidak mengatakan apapun padamu kebenarannya. Aku tidak ingin dituduh sebagai perusak rumah tangga kalian, tapi mulai saat ini aku akan membantumu bertemu dengan wanita itu, aku tahu dimana alamatnya tinggal," tegas wanita itu. "Bagaimana perasaan vita saat ini? dia pasti menderita memendam semua kebenaran ini, tapi bagaimana kau bisa tahu alamat wanita itu?" tanya Rika penasaran. "Aku menyuruh orang menyelidiki semua tentang wanita itu, dia dulu bekerja disebuah Bar sebagai penari erotis." *Apa? ternyata selingkuhan Billy wanita liar?" "Iya, pantas saja dia merusak kebahagiaan rumah tangga orang," ucap teman-teman Rika yang berada disitu. "Antar kan aku kerumah wanita itu, aku ingin melihat dia secara langsung, secantik apa wajah nya sehingga Billy tergila-gila padanya?" ucap Rika dengan amarah yang menggebu. "Baik aku akan mengantarmu ke tempatnya," jawab wanita itu penuh keyakinan. "Semuanya maaf acara arisan kita jadi berantakan seperti ini, aku harus pergi saat ini juga, dan aku pinta pada kalian, tolong rahasia kan untuk sementara berita ini, sampai aku bisa memberi pelajaran pada mereka," ucap Rika dengan marah yang membara. "Iya kamu tenang aja! kita tidak akan ceritakan ini pada siapapun, kamu yang sabar ya," ucap teman-teman Rika. Rika pun pergi bersama wanita itu menuju rumah Erika, tak butuh waktu lama dalam perjalanan Rika Sampai ditempat kediaman Erika berada. Dari luar tampak sepi seperti tak berpenghuni, Rika melihat sekeliling rumah, tak ada mobil Billy terparkir di halaman. "Aku turun dulu menuju rumahnya, kamu tunggu disini aja," ucap Rika pada temannya. "Kamu yakin gak mau aku temani?" ucapnya khawatir terjadi keributan. "Kamu jangan khawatir, aku pasti bisa menahan emosiku," ucap Rika tersenyum. Rika segera turun dari mobil dan berjalan menuju kediaman rumah Erika. "Rika! semangat lah, ingat! jadi lah wanita yang elegan didepan pelakor itu, buktikan padanya, kelas kau dan dia berbeda jauh," ucap teman nya sedikit berteriak memberi dukungan pada Rika agar tetap semangat. Rika mengangguk dan tersenyum kepada temannya. Dengan penuh keyakinan dan percaya diri, dia berjalan mengetuk pintu Erika. Tak berapa lama Erika keluar membuka pintu, dengan memakai gaun pendek diatas lutut, dan tali baju sebesar lidi, lalu dia mengerutkan keningnya menatap Rika. Dia tak mengenal siapa yang sedang mengetuk pintu rumahnya. "Siapa? apa yang kamu butuhkan?" tanya Erika tak mengerti. "Apa kau kenal Billy?" tanya Rika menatap tajam Erika "Kenapa? apa kau kenal dengannya?" tanya Erika mengerutkan keningnya. "Aku istrinya!" ucap Rika ketus. Dengan tatapan merendahkan Erika berkata," Oh.. jadi kamu istri yang akan segera bercerai dengan Billy?" "Apa cerai?" tanya Rika terkejut. "Iya, dia mengatakan padaku, kalian sedang proses perceraian, katanya kalian selalu bertengkar," jawab Erika tersenyum sinis. "Kurang ajar!" gerutu Rika semakin kesal. "Tapi pantes sih dia menceraikan kamu, penampilan kamu juga sudah tidak menarik lagi, wajahmu terlihat mulai keriput, kucel, dan lemak di badanmu bertebaran di setiap anggota tubuhmu, pantes aja sih kalau Billy lebih betah dirumah sama aku apalagi soal urusan ranjang, mana betah dia liat istri tua begini," ucap Erika menertawakan penampilan Rika. Rika hanya tersenyum mendengar semua perkataan Erika lontarkan, bahkan dia sama sekali tidak berpengaruh atau pun marah dengan semua yang dia dengar. Justru Rika merasa kasihan pada Erika setelah dia membanggakan dirinya tentang kesenangan yang dia dapat dari Billy. Sebentar lagi semuanya akan hilang bagai ditelan bumi."Wanita bodoh! kau bisa tertawa sekarang, tapi tunggu pembalasanku padamu, kau akan menyesal dan menangis kerena memilih Billy sebagai selingkuhannya," gumam Rika dalam hati. happy reading terima kasih untuk para readers tercinta
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN