OPERASI PLASTIK

1165 Kata
Bab 13 "Bagaimana dok? kapan saya akan di jadwalkan untuk operasi?"ucap Erika yang menemui dokter bedah plastik. "Saya akan menghubungi anda secepatnya, jika saya sudah menggambar pola wajah yang tepat untuk anda!" jawab dokter tersebut. "Saya berharap secepatnya operasi ini di laksanakan!" pinta Erika yang tak sabar untuk mengubah wajah nya lebih menarik dan terlihat menawan. "Baik, akan saya usahakan," ucap dokter tersebut. Erika dan Billy meninggalkan dokter tersebut dan pergi keluar bersama, dan memutuskan untuk berjalan-jalan mencari pemandangan di negeri ginseng tersebut. "Sayang, aku udah gak sabar banget, buat operasi plastik nya," ucap Erika sumringah. "İya, tapi ingat! jika kau sudah memiliki wajah yang sempurna, jangan coba-coba berpaling ke laki-laki lain." ucap Billy dengan tegas. "Tentu saja, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan tetap bersama mu selamanya," ucap Erika tersenyum. Billy dan Erika pergi berkeliling dengan mobil yang mereka sewa selama menetap di Korea, mereka mengelilingi tempat-tempat wisata, dan sesekali mereka mengambil gambar, mereka pergi ke tempat-tempat romantis salah satu nya tempat yang mereka kunjungi Namsan Tower tempat yang romantis di tengah kota, tepat nya di Seoul. Erika mengambil foto dengan bergaya layak nya istri sultan yang berlibur keliling dunia, dia juga berpoto bersama Billy dengan sangat mesra, mereka menghabiskan waktu berdua dengan sangat bahagia, dengan senyum yang lebar dari bibir mereka berdua. "Mau berpoto di sana?" ucap Andre menawarkan. "Apa kau lupa? aku disini bukan untuk liburan!" cetus Vita yang semakin kesal melihat kemesraan Erika dan Billy. "Oke, oke, kau juga tidak perlu selalu berkata kasar pada ku, aku bukan kacung mu," bentak Andre. Vita terdiam mendengar perkataan Andre, dia pergi berjalan dan meninggalkan Andre sendirian, di tempat mereka bersembunyi. Andre yang menyadari telah membentak Vita merasa menyesal, dia semakin mempersulit keadaan Vita, dia seharusnya mendukung Vita di saat sendiri di sini, bukan malah membentak nya. Andre berjalan mendekati Vita yang duduk sendiri, di salah satu bangku taman. "Maaf! aku tidak bermaksud berkata kasar pada mu," ucap Andre yang duduk di samping Vita. Vita hanya diam dan memandang ke depan tanpa menoleh ke arah Andre sama sekali. "Kau menangis? apa perkataan ku sangat menyakit kan mu?" tanya Andre yang semakin merasa bersalah. "Tidak, kau benar! aku memperlakukan mu seperti kacung ku, aku minta maaf," ucap Vita yang menyadari kesalahannya. "Oke, aku memaafkan mu, jadi berhenti lah menangis!" pujuk Andre. "Aku menangis bukan kerena perkataan mu, itu sama sekali tidak mempengaruhi ku, aku hanya sedih, papa ku terlihat bahagia bersama Erika, sehingga dia melupakan ku dan mama," ucap Vita semakin bersedih. "Aduh, aku sangat lapar! dari tadi pagi sampai detik ini, aku belum makan apa pun, apa ada orang yang berbaik hati memberikan aku makanan," Rintih Andre yang berusaha menghibur Vita. "Maaf! aku membuat mu jadi kelaparan," ucap Vita sambil tertawa. "İya, kau kejam! aku kehilangan berat badan di sini," ucap Andre tersenyum. "Ayo kita cari makanan, tapi kita makan di hotel, aku tidak mau sampai papa tahu keberadaan ku disini," ucap Vita. "Siap nyonya!" ucap Andre tersenyum. "Astaga! aku lupa memberi kabar pada mama, dia pasti sangat khawatir, aku harus mencari nomor lokal di sini untuk menghubungi mama," ucap Vita khawatir. "İni!' Andre yang memberikan sebuah kartu nomor lokal kepada Vita. "Dari mana kau mendapatkan ini?" Vita yang tampak terkejut. "Aku membeli nya di persimpangan jalan tadi, aku yakin kau akan membutuhkan nya," jawab Andre. "Terima kasih, kau sangat baik pada ku," Vita yang terharu dengan perlakuan Andre. "Sudah, sudah, ayo kita cari makanan, aku sangat kelaparan." Vita dan Andre berjalan menuju hotel, dengan hati-hati, mereka menoleh kekanan dan kekiri, untuk memastikan Billy tidak melihat mereka. saat berada di dalam kamar hotel, Makanan siap saji sampai kepada mereka, Andre yang sudah tak sabar ingin menyantap makanan tersebut. "Makan lah!" Vita yang membuka satu persatu Box makanan. "Apa ini? kau tidak memesan makanan Indonesia?" ucap Andre melihat makanan asing di depan nya. "Bagaimana aku tahu makanan Indonesia ada di sini atau tidak," ucap Vita ketus. "İni terlihat aneh, aku tidak tahu apakah tenggorokan ku akan menerima makanan asing ini," rengek Andre. "Makan saja, makanan ini sangat terkenal di K-drama, para pemain selalu makan makanan ini," Vita yang berusaha meyakinkan. "Aku orang Indonesia, bukan orang Korea, lagian bagaimana aku tahu tentang makanan ini, aku seorang pria, aku tidak hobi menonton K-drama," ucap Andre menatap makanan tersebut. "Yasudah, Jika kau tidak mau makan, aku akan menghabiskan makanan mu, dan mati saja di sini, dengan perut mu yang kosong," ucap Vita sambil menyantap makanan nya. Andre hanya menatap Vita yang begitu nikmat menyantap makanannya, dia semakin merasakan keroncongan di dalam perutnya, cacing nya berteriak mengadakan demonstrasi untuk segera di isi makanan. Andre tidak punya pilihan lagi, dia terpaksa harus memakan makanan yang terhidang di meja. "Hmm, ini enak sekali," ucap Andre saat memakan satu suap makanan tersebut. "Bagaimana? apa kau sekarang menolak untuk memakan nya?" tanya Vita yang sudah menghabiskan porsi makannya. "Aku akan terus makan makanan ini selama di Korea, dan aku akan mencoba membuat resep nya saat berada di Indonesia, apa nama makanan ini?" tanya Andre yang terus menerus menyantap makanan nya tanpa henti. "jajamyong" jawab Vita. "Apa? jam-jam?"ucap Andre yang kesulitan menyebutkan nya. Vita yang tertawa saat mendengar Andre salah menyebut kan nya" bukan jam-jam Andre, tapi jajamyong," ucap Vita sambil tertawa. Andre tersenyum melihat Vita yang tertawa terpingkal-pingkal, dia merasa bahagia bisa menghapus ke sedihan Vita untuk sementara. "Astaga! aku lupa untuk menelpon mama," ucap Vita yang segera meregistrasi kartu yang diberikan Andre. Setelah selesai meregistrasi kartu tersebut, Vita memanggil nomor Rika, tak berapa lama nomor tersebut pun tersambung. "Halo,Ma!" "Halo sayang, gimana kabar kamu? kamu sehat kan di sana?" ucap Rika tanpa rasa khawatir. sejenak Vita terdiam mendengar perkataan mama nya, "Apa mama tahu aku sedang berada di Korea? dan berusaha mengikuti papa?" ucap Vita dalam hati nya bertanya-tanya. "Maksud mama? Vita gak ngerti?" ucap Vita mengerutkan keningnya. "Loh, kan kamu lagi ada tugas kampus di luar negeri, teman kamu datang kerumah yang kasih tahu mama." "Tugas kampus? teman Vita? keluar negeri?" Vita yang tampak kebingungan. "İya kemarin teman kamu yang bilang, kalau kamu gak sempat buat kasih tahu mama, kerena handphone kamu sedang lowbet, mama juga sempat kaget, kenapa tiba-tiba mendadak kamu pergi nya, kamu juga gak cerita sama mama ada rencana mau keluar negeri? bahkan barang-barang kamu juga gak di bawa, kamu baik-baik aja kan? tidak ada masalah kan?" tanya Rika yang mulai khawatir." "İya Ma, Vita baik-baik aja kok di sini, mama jangan khawatir ya! Vita juga bersenang-senang di sini, mama mau oleh-oleh gak?" jawab Vita mencari alasan yang tepat. "Terserah kamu saja sayang, yang penting kamu jaga kesehatan, jangan telat makan!" "İya Ma, Vita ingat pesan mama selalu kok," ucap Vita sedih kerena membayangkan kebohongan papa nya yang sudah menghianati Rika. "Yasudah, mama mau pergi dulu, mama ada arisan sama teman-teman mama di rumah, mama menyayangi mu," ucap Rika memberikan kecupan hangat dari telepon. "Vita juga,Ma!" Vita segera mengakhiri pembicaraan. Bersambung .... happy reading ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN