Bab 14
"Maaf ya teman-teman, tadi anak ku sedang menelepon dan menanyakan kabar aku," ucap Rika pada teman-teman arisan nya.
"Memang nya anak kamu kemana?" ucap salah satu teman arisan Rika.
"Dia lagi ada di Korea, kata nya lagi ada tugas kampus.Pergi nya juga mendadak, sampe pamit aja gak sempat," terang Rika.
"Tugas kuliah ke Korea?" ucap teman Rika heran.
"İya, memang nya Siska gak pergi?" tanya Rika.
"Siska ada di rumah saat ini, dia juga gak pernah cerita kalau mereka ada tugas kuliah ke luar negeri, apa lagi sampai ke Korea.Gak mungkin Siska gak pergi, itu negara Favorit nya," terang teman arisan Rika.
Rika terdiam mendengar penjelasan teman nya, dia juga merasakan hal yang sama.
Kenapa Vita pergi sangat mendadak, dan kenapa dia tidak pernah membicarakan ini sebelumnya, tidak mungkin tugas kuliah di adakan sangat mendadak, apalagi sampai ke luar negeri, Vita berniat untuk menanyakan semua ini setelah Vita kembali pulang.
***
"Bagaimana sayang? apa kamu sangat bahagia dengan liburan kita kali ini?" Tanya Billy yang sedang beristirahat di dalam kamar hotel bersama Erika.
"Aku sangat... bahagia, aku beruntung memiliki mu sayang," jawab Erika sambil mencium pipi Billy.
"Aku juga beruntung memiliki kamu, kamu membuat aku seperti muda kembali, masa-masa percintaan yang tak pernah aku rasa kan seindah ini," ucap Billy.
"Sayang.. aku sangat mencintaimu," ucap Erika dan langsung memeluk Billy.
"Aku juga mencintaimu,"
"Oh iya, bagaimana perceraian mu dengan istri mu? kapan kau akan berpisah dengan nya? sayang.. aku ingin berdua saja dengan mu. Aku ingin saat bangun tidur aku ingin berada di samping mu. tanpa harus berbagi dengan wanita itu," cetus Erika.
"İ-iya aku sedang berusaha untuk menceraikan nya, aku akan meninggalkan nya secepatnya, kau jangan khawatir," jawab Billy yang tergagap.
Vita berdiri dan terdiam sambil memegang handphone nya, dia masih berpikir.Kenapa mama nya tahu kalau dia sedang berada di Korea? dan teman yang mana memberi tahu mamanya dia sedang ada tugas kuliah di luar negeri.
"Ah.. ini membuat ku gila, siapa orang itu?" ucap Erika frustasi sambil mengacak-acak rambutnya untuk mencari jawaban.
"Kau kenapa? kau sudah gila?" tanya Andre yang melihat tingkah aneh Vita.
"Apa kau tahu siapa orang itu?" tanya Vita.
"Orang apa? aku tidak mengerti?"
"Apa jangan-jangan orang itu adalah...?" tebak Vita menatap Andre dengan menyipit kan mata nya.
"Apa? kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Andre yang ketakutan dengan tatapan Vita.
"Kau orang yang menyamar pada mama, kalau kau adalah teman kuliah ku, dan aku sedang ada tugas kuliah di luar Negeri. kau kan orang itu?" tanya Vita menyelidiki.
"Wah kau tau apa hukuman orang menuduh tanpa buktii, kau bisa di penjara, jika aku menuntut mu," ucap Andre dengan wajah datar.
"Jangan bercanda dengan ku! mengaku lah! kau kan orang itu?" teriak Vita.
"Tidak! bukan aku! bahkan aku tidak mengenal mama mu," jawab Andre.
"Bohong! kau berbohong! hanya kau yang tahu aku sedang di Korea, tidak ada yang lain, apa kau sedang mencoba menghianati ku?" ucap Vita menyipit kan mata nya pada Andre.
"Apa menghianati mu? tidak! aku tidak menghianati mu," jawab Andre meyakinkan.
"Jadi mengaku lah selagi aku bersikap baik pada mu," Ancam Vita.
"Oke, memang benar aku yang memberi tahu ibu mu."
"Kenapa? apa alasan nya? apa maksudmu melakukan semua itu?" tanya Vita mengerutkan kening nya.
"Jika aku tidak memberi tahu mama mu, dia akan mencari tahu semuanya, dimana keberadaan mu, kenapa kau tidak pulang berhari-hari, dan kau akan ketahuan dengan papa mu, bahwa kau sedang memata-matai nya," terang Andre menatap Vita.
"İya kau benar sekali, tapi kenapa kau tidak memberi tahu ku sebelumnya, aku sangat shock saat berbicara pada mama di telepon tadi," ucap Vita.
"Aku tahu semuanya tentang mu?" ucap Andre.
"Apa? apa yang kau ketahui tentang aku?" tanya Vita semakin penasaran.
"Sudah lah, lupakan. Semua itu tidak penting, aku hanya bicara omong kosong."
"Dasar orang aneh! lebih baik kau tidak memberi tahu ku dari awal, jika kau tidak berniat untuk memberi tahu ku." ucap Vita kesal.
Andre yang tersenyum mendengar ocehan Vita, "Belum saat nya aku menceritakan semua nya, dan memberi tahu kebenaran nya.Aku harus mengenal mu lebih jauh, setelah itu aku akan memberi tahu semuanya." Ucap Andre dalam hati.
Di dalam kamar hotel, terdapat Erika dan Billy yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.
Erika yang terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara handphone nya berdering.
"Hallo" ucap Erika.
"Hallo selamat pagi, dengan nyonya Erika?" Ucap suara dari seberang. (Dalam bahasa Inggris).
"İya, dengan saya sendiri, ini siapa?"
"Saya dokter bedah plastik. Saya hanya ingin memberi tahu, bahwa operasi plastik nyonya Erika bisa di laksanakan secepatnya."
"Apa? secepatnya?" ucap Erika dengan sangat bahagia.
"İya, saya akan menunggu, kapan nyonya Erika tersedia?"
"Secepatnya! saya ingin operasi secepatnya, hari ini, saya akan melakukan operasi secepatnya" jawab Erika dengan bersemangat.
"Baik lah, saya akan menunggu, dan segera menyiapkan semuanya."
"Terima kasih,Dok!" ucap Erika dan mengakhiri pembicaraan.
"Aaaaaaaaaaaa" teriak Erika sekuatnya.
Billy yang tersentak dari tidurnya dan terkejut mendengar Erika menjerit di pagi hari, lalu segera menghampiri Erika.
"Ada apa? apa yang terjadi? kenapa kamu berteriak?" tanya Billy yang sangat khawatir.
"Sayang, aku sangat bahagia hari ini," jawab Erika sambil melompat-lompat dan sesekali melayangkan ciuman ke pipi Billy.
Billy yang kebingungan melihat tingkah Erika, yang tiba-tiba menjerit dan sekarang melompat-lompat seperti anak kecil.
"Ada apa? kenapa kau terlihat sangat bahagia sepagi ini," tanya Billy mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sayang tebak! Kabar apa yang baru aku terima hari ini?" tanya Erika dengan senyuman yang lebar.
"Bagaimana aku tahu, aku saja baru bangun dari tidur, kata kan saja! jangan main tebak-tebakan seperti ini."
"Hari ini dokter menghubungi aku, dan dia mengatakan akan segera melaksanakan operasi plastik ku secepatnya. Kerena aku sudah menanti kan hal ini sangat lama, aku kata kan hari ini aku bersedia melakukan operasi plastik," ucap Erika dengan wajah yang berbinar.
"Hah, kau tidak perlu berteriak seperti itu, jantung ku hampir saja copot, untung saja aku tidak punya penyakit jantung," jawab Billy merasa lega.
"Ayo sana cepat mandi dan bersiap-siap, lalu kita sarapan, dan langsung bertemu dokter itu," suruh Erika yang mendorong badan Billy ke dalam kamar mandi.
"Akhirnya, impianku terwujud setelah sekian lama aku menantikan operasi plastik. Saat wajah ku semakin cantik dan menggoda, aku akan balas dendam pada nya," Gumam Erika dalam hati sembari mengepalkan tangannya.
Bersambung...
Happy reading ?
terima kasih sudah mampir untuk membaca ?
Dan jangan lupa mampir ke karya aku yang lain ya
#Hijrah Cinta ku
#perjalanan hidup
jangan lupa tambah kan ke daftar Rak Buku ya.
biar selalu dapat notifikasi saat UP
dan aku juga baru belajar buat cerpen loh, jangan lupa di baca juga ya ?
#Suami ku meninggal, Aku berakhir di penjara.
Jangan lupa cek Fropil dan follow ya ?