Tentang Hati

1594 Kata

Ketukan sepatu menggema sepanjang lorong. Angun dan berkelas aura yang terpancar. Rambut panjang berwarna coklat gelap bergelombang indah dan berkilau. Riasan tebal dengan cat bibir merah terang semakin menampakkan betapa tegas dan angkuh wanita itu. Tidak ada satu pun yang berani mencegah langkah wanita itu menuju ruangan petinggi perusahaan. Menarik kursi putar berwarna hitam lalu mendaratkan b****g dengan nyaman. Membalas tatapan lawan yang terhalang meja kaca besar, mendorong dua map ke pria paruh baya itu. “Permintaan ayah telah ku penuhi. Segera atur perjodohanku dengan putra sulung Jelineus,” “Apa aku tidak salah dengar?” tanyanya memastikan. “Ryo terlalu keras dan sulit untuk didapatkan. Jika ada yang lain sama berpengaruh, untuk apa harus susah payah menggapai.” Terangnya. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN