Di tengah hujan salju, Vilien terus melangkahkan kaki sambil memeluk erat tubuhnya sendiri. Jaket tebal berlapis dua yang membungkus tubuh mungilnya sedikit menghambat laju langkah. Peringatan badai telah dikumandangkan di seluruh saluran media. Tapi, Vilien masih nekat keluar rumah. Ya, ia mengantarkan Zayden pulang ke apartemen pribadi pria itu. Di tengah ketidaksadaran, Vilien jejalkan obat penenang agar bila bangun pagi esok, Zayden lebih baik. Bisa saja Vilien membiarkan pria itu berada di rumahnya tanpa harus membahayakan diri keluar rumah. Tapi, ia sudah berjanji tidak mau lagi berhubungan atau kontak fisik dengan pria itu. Nekat mengemudikan mobil di tengah hujan salju dan jalanan yang cukup licin. Kini, ia sendiri kesusahan karena beberapa stasiun kereta tutup dikarenakan sebagia

