“PLAAKK!!” “JAWAB AKU MAS!!” emosiku meledak. Rayyan menundukan kepalanya tak tahu harus menjawab apa. “Kamu tahu kan Mas kalau selama hidup dengan kamu, aku selalu bersabar walau keluarga kamu sudah menyakiti perasaanku? Lalu kenapa sekarang kamu yang ikut menyakiti perasaanku dengan mengkhianati cintaku?!” “Kyara, kamu harus segera kesini! Kondisi Raska sedang kritis! Rayyan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit!” dengan panik Pak Barra memberitahuku jika kakak iparku sedang dalam kondisi kritis. *** Kakiku melangkah dengan cepat menuju ke tempat dimana anggota keluarga Narendra berkumpul di rumah sakit ini. Kenan mengikutiku dari belakang. Dia juga mengkhawatirkan Raska karena memang mengenalnya, juga mengkhawatirkanku atas apa yang terjadi tadi di kantor Rayyan. Langkahku sediki

