Dua Puluh Sembilan - Pewaris

2228 Kata

"Okay kalau gitu kita berangkat sekarang! Sudah hampir jam 10 aku takut kita telat nanti! Oh iya, kita makan di pesawat aja ya, Kya!" "Tapi sebenarnya kita mau ke mana sih, Mas?" "Jepang!" jawab Rayyan bersemangat. "HAHH?? JEPANG??" reaksiku sangat terkejut. “Apa kamu gak suka ke Jepang? Ya sudah aku beli tiket keliling Eropa aja, mau?” “HAH? KELILING EROPA?” lagi-lagi aku sangat terkejut dengan pilihan destinasi Rayyan. Aku sempat lupa jika aku menikahi seorang penerus keluarga Narendra. Dia bisa pergi kemana saja yang dia mau tanpa harus memikirkan kekurangan uang.   ***   Satu minggu sudah berlalu dengan cepat. Bulan madu kami pun berakhir. Kami berdua kembali ke Jakarta, lebih tepatnya ke rumah keluarga Narendra. Sesampainya di rumah keluarga Narendra, Ibu Kirana dan juga Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN