“Mama hanya memberitahu kamu saja, Kyara! Putra pertama keluarga Narendra adalah laki-laki, karena nanti dia akan dipercaya menjadi ahli waris dan meneruskan semua bisnis keluarga Narendra. Coba kamu bayangkan kalau anak kamu perempuan? Apa dia sanggup memegang tanggung jawab seperti itu?” Hah? Apa Ma?” Rayyan langsung mengernyitkan dahinya dan menatap sang Mama dengan tatapan tidak percaya. “Mama bilang apa tadi? Papa gak akan sayang sama anak aku kalau anak aku perempuan?” “Kalau memang itu yang terbaik, aku akan berusaha membuat diriku terlihat tidak apa-apa di hadapan semua orang..” *** Saat petang tiba, seluruh anggota keluarga satu per satu kembali ke rumah. Ibu Kirana yang pertama kali sampai di rumah. Dia langsung melangkah cepat ke dalam kamar tanpa menolehkan kepalanya

