bc

Gadis Satu Miliar Pilihan Sang Duda

book_age18+
578
IKUTI
6.1K
BACA
HE
forced
heir/heiress
drama
bxg
like
intro-logo
Uraian

Namira Az-Zahra, terpaksa menjadi istri seorang duda karena perbuatan ayah tirinya. Pria yang bekerja sebagai sopir pribadi di salah satu perusahan ternama itu tega menjual Namira pada majikannya yang bernama Zavier Dirgantara. Semua itu terjadi karena Zavier yang sangat menginginkan Namira karena menurutnya wajah Namira mirip dengan almarhum istrinya-Larissa. Keinginan memiliki Namira semakin bertambah karena anaknya yang sedang koma selalu memanggil ibunya yang sudah tiada. Sehingga demi anaknya, Zavier rela melakukan apa saja untuk memiliki Namira, termasuk membayar gadis itu seharga satu milyar pada Darma–ayah tiri Namira. Setelah pernikahan itu Namira menghadapi banyak masalah. Salah satunya ibu mertua yang tidak menyukai Namira dan selalu menghinanya. Bahkan tega memaksa Zavier untuk menikah lagi dengan  Vania–anak seorang pengusaha yang sudah menjanjikan kekayaan padanya. Lantas, bagaimana kisah rumah tangga Namira dan suaminya?

Akankah Namira bahagia dan mendapatkan cinta dan kesetiaan dari suaminya?

Atau justru dia di duakan oleh suaminya?

 ikuti kisahnya hanya di Innovel dan Dream.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Bawa Dia Padaku!"
"Bawa anakmu kemari Pak Darma! Aku akan membayarnya seharga satu milyar!" titah seorang pria pada sopirnya. "A–apa? Tu–tuan Zavier akan membayar anak saya senilai satu milyar?" Darma pria yang berstatus sebagai sopir itu tertegun tidak percaya dengan ucapan majikannya. "Ya, aku sangat menginginkannya. Bawa dia padaku, apa pun caranya!" Pria yang memberikan perintah itu tidak lain adalah Zavier Dirgantara Putra, seorang pengusaha ternama di ibu kota. Zavier yang tidak sengaja melihat foto seorang gadis di ponsel Darma merasa gadis itu mirip sekali dengan Larissa–almarhum istrinya yang sudah enam bulan lalu meninggal dunia. Rasa rindunya pada sang istri membuat Zavier gelap mata sehingga menginginkan gadis yang sama sekali tidak dikenal olehnya itu. "Tapi, bagaimana jika dia menolak, Tuan. Dia tinggal di desa dan sedang menjaga ibunya yang sakit. Saya tidak yakin dia akan menuruti keinginan Tuan," terang pak Darma dengan sopan. "Kalau begitu, atur ibunya. Kirim wanita itu ke rumah sakit agar ada yang menjaganya, setelah itu bawa gadis itu kemari." "Ta–tapi, Tuan?" "Lakukan perintahku, Pak Darma. Aku akan membayarnya seharga satu milyar!" desak Zavier penuh penekanan. Mendengar nominal yang begitu besar Darma pria berusia 54 tahun itu langsung berbinar. Satu milyar adalah jumlah yang sangat banyak sehingga dia tidak bisa menolak permintaan majikannya itu. "Baik, Tuan. Saya akan mengatur semuanya!" "Bagus, atur pertemuanku dengannya tapi jangan sampai orang lain tahu tentang ini," perintah Zavier lagi. "Baik, Tuan. Saya mengerti!" Dengan cepat Darma meninggalkan ruangan Zavier, senyum kebahagiaan terlukis di bibirnya serta uang satu miliar sudah terngiang-ngiang di otaknya. Dia sangat bangga karena akan menjadi kaya raya dalam hitungan hari saja. Tidak ingin membuang kesempatan emas, Darma langsung menjalankan rencananya menghubungi seseorang yang di yakini bisa membatunya. Sementara di ruangannya, Zavier masih berdiri dengan wajah serius. Tatapannya jauh ke luar jendela membayangkan wajah wanita yang sudah membuatnya hampir gila. Siapa lagi jika bukan Larisa, wanita yang tiba-tiba meninggal dunia karena kecelakaan mobil saat perjalanan dari luar kota bersama kedua orang tuanya. Zavier yang saat itu tidak ikut bersamanya sangat kehilangan istri tercintanya yang ternyata sedang mengandung anak keduanya. "Akhirnya aku menemukan penggantimu, Larisa. Aku akan menikahi dia dan melanjutkan kehidupan kita," lirih Zavier sembari menatap foto istrinya. *** Sementara itu, di sebuah desa yang jauh dari ibu kota. Seorang gadis bernama Namira di kejutkan dengan kedatangan dua petugas rumah sakit yang datang dengan ambulans ke rumahnya. Petugas rumah sakit itu memberikan surat perintah untuk membawa ibunya ke rumah sakit tanpa iming-iming biaya. "Maaf sebelumnya, tapi saya sama sekali tidak menghubungi rumah sakit manapun untuk membawa ibu saya," tolak Namira merasa janggal dengan kedatangan mereka. "Kami sudah dihubungi pak Darma untuk membawa ibu anda ke rumah sakit, Mba!" Petugas itu terus memaksa. "Apa, Pak Darma? Itu memang nama ayah saya." Sejenak Namira terdiam, teringat akan pria yang sudah lima bulan pergi tanpa kabar dan meninggalkan ibunya begitu saja. Dan sekarang pria itu tiba-tiba mengirim orang untuk menjemput ibunya untuk di bawa ke rumah sakit. Tentu saja, hal itu membuat Namira curiga dan merasa janggal dengan kebaikannya yang tiba-tiba. Di saat bersamaan ponsel Namira berdering dan tertera nama sang ayah di layar ponselnya. Namira langsung menerima panggilan itu dan berbicara dengan pria di seberang sana. "Jadi, Ayah yang meminta petugas rumah sakit untuk menjeput ibu?" Namira memastikan pada sang ayah sudah menjelaskan maksudnya. "Iya Namira, sebentar lagi juga akan ada orang yang menjemputmu. Jadi kamu harus ikut dengan mereka!" Pak Darma setengah memaksa. "Tapi untuk apa mereka menjemputku? Aku tidak bisa melakukannya, aku ingin bersama ibu dan menjaganya!" "Lakukan saja Namira. Ibumu akan baik-baik saja, ada perawat dan dokter di rumah sakit yang akan menjaganya. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan dia!" "Tidak, aku tidak mau ikut dengan mereka!" tolak Namira. Namun sayangnya, di depan rumah sudah tiba dua orang pria bertubuh kekar turun dari mobil. Kedua pria itu mencarinya, tubuhnya gagah dan penampilannya rapi dengan pakaian formal serba hitam. Namira bisa melihat bagaimana pria itu langsung memberikan perintah kepada petugas ambulans untuk membawa ibunya. "Tunggu dulu, kalian akan membawa ibuku kemana?" Namira mencegah pria yang sudah hendak memindahkan ibunya dari ranjang ke atas tandu besi. "Kami akan membawa ibu Anda ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Jadi Anda tidak perlu khawatir." Salah satu petugas rumah sakit itu menjelaskan. Namira mengalihkan pandangannya pada sang ibu yang sudah terlihat sangat lemah. Wanita itu menderita leukimia sejak lama. Namira sudah berulang kali membawa ibunya ke rumah sakit untuk berobat dan melakukan fisioterapi dengan bantuan biaya dari pemerintah, tetapi sampai saat ini belum membuahkan hasil. Namira tidak melanjutkan pengobatan itu karena biayanya yang sangat mahal dan dia tidak punya uang untuk terus memberikan pengobatan itu pada ibunya. Sementara Darma–ayah tirinya tidak mau tahu urusan di rumah. Pria itu sudah berniat menceraikan ibunya Namira. Melepaskan tanggung jawab sebagai seorang suami setelah istrinya tidak bisa melakukan apa-apa. Jika mengingat sikap ayah tirinya saat itu Namira sangat marah dan tidak ingin lagi bertemu dengannya. Tetapi entah ada angin apa, tiba-tiba pak Darma kembali peduli padanya. "Kenapa sekarang dia ingin membawa ibu ke rumah sakit? Apa dia sudah berubah?" gumam Namira.. Melihat ibunya di bawa ke dalam ambulans Namira hendak mengikutinya. Namun, kedua pria berpakaian serba hitam yang menakutkan mencegah Namira dan meminta gadis itu ikut bersamanya. "Kenapa aku harus ikut dengan kalian? Memangnya kalian ini siapa?" "Kami adalah orang suruhan Pak Zavier, majikan Pak Darma. Kami di minta membawa Nona, ke Jakarta untuk bertemu dengan mereka!" Salah seorang darinya memaksa Namira. "Ta–tapi kenapa dia ingin bertemu denganku?" Namira bingung di buatnya. "Kami tidak tahu, Nona. Yang pasti kami harus memastikan Nona ikut dengan kami. Atau kami dan pak Darma akan menghabisi nyawa Nona dan ibu Nona jika Nona menolak!" Pria itu mengancam dan membuat Namira ketakutan. "Ayo Nona, ikutlah. Jangan sampai kami memaksa Nona!" Pria itu meninggikan nada bicaranya sekarang. "Tidak! Saya tidak mungkin meninggalkan ibu saya. Saya juga tidak tahu siapa kalian kenapa saya harus menurut pada kalian?!" "Ibu Nona akan baik-baik saja. Tuan kami akan mengirim Ibu Nona ke rumah sakit terbaik di kota ini. Ada perawat dan dokter yang menjaganya jadi Nona tenang saja." Namira masih ragu untuk mengikuti keinginan sang pria, sehingga dia terus menolak. Zavier yang sejak tadi mengawasi dari kamera pengawas yang tersembunyi di balik jas salah satu pria itu memberikan perintah untuk membawa Namira secara paksa. Kedua orang suruhannya itu langsung melakukan tugasnya, mereka memaksa Namira dan membawanya ke dalam mobil dengan membopongnya di pundak. "Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku! Lepaskan aku!" Namira berteriak sekuat tenaga memukuli punggung sang pria dan menggerakan kakinya sekuat tenaga. "Ini akibat karena Nona tidak mau menurut pada kami!" Pria itu memperingatkan dan menurunkan Namira di mobil dengan asal-asalan. "Tolong lepaskan aku! Aku mohon," teriak Namira saat mobil itu tertutup rapat.. "Diamlah, Nona! Jangan sampai membuat kami bertindak lebih kasar!" Pria yang mencelak tangan Namira kembali memperingatkan. "Aku tidak ingin ikut dengan kalian! Lepaskan aku sekarang!" Merasa sangat kesal menangani Namira, pria itu langsung menyuntikan obat penenang sehingga tubuh Namira melemah dalam hitungan detik saja. Namira kehilangan kesadarannya sehingga kedua pria itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Namira. Hingga lima jam kemudian, mobil yang membawa Namira sudah tiba di rumah mewah berlantai tiga yang berada di kawasan perumahan elit ibu kota. Halamannya sangat luas di kelilingi taman bunga dan beberapa burung-burung peliharaan di sangkar besar berwarna emas. "Ayo cepat turunkan dia!" Satu di antara pria itu memberikan perintah kepada temannya. Namira pun dibawa masuk dengan cara dibopong, lalu dibaringkan di ranjang pada salah satu kamar tamu yang ada di ruangan itu. Setelah itu mereka langsung meninggalkan kamar dan mempersilahkan tuannya masuk. Pria pemilik wajah tampan dan gagah memasuki kamar itu dan memberikan tatapan sulit diartikan pada Namira. "Aku memang tidak salah, wajahmu mirip sekali dengan Larissa, cantik dan sempurna. Melihatmu membuatku semakin rindu padanya," bisik Zavier tepat di telinga Namira yang masih berbaring di ranjang dengan keadaan pingsan. Zavier dengan leluasanya mengusap wajah putih dan cantik milik Namira. Menatap begitu intens setiap inci wajahnya yang selama ini dipujanya, tubuhnya yang indah seindah tubuh istrinya membuat Zavier semakin ingin memilikinya. Zavier mendekatkan wajah sehingga hembusan nafasnya menyapu halus wajah Namira. Namira tidak kunjung membuka mata sehingga Zavier begitu leluasa menikmati keindahan dirinya. "Larisa, istriku. Aku sangat merindukanmu .…," desisnya. Semakin lama memandangi wajah Namira, Zavier tidak kuasa menahan gejolak di dadanya. Diapun menyentuh bibir Namira dan memberikan kecupan kecil di sana. Sehingga membangkitkan gairah yang selama ini tidak pernah dia dapatkan setelah kepergian Larisa. "Aku akan memilikimu seutuhnya, Namira." Zavier kembali menikmati bibir Namira.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.4K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook