“Minum lebih banyak sayang,” tubuh Mimi di kembalikan pada posisi yang diinginkan Pramoedya, ia mendesahnya di telinga Mimi, lirih memberi hawa panas, “ternyata sangat mudah mendapatkanmu,” sekali lagi Pram tersenyum smirk. mendekap tubuh gadis polos itu dalam pelukan, sebelum ikut merebahkan diri dan menyapukan tatapannya pada pasir pantai yang hitam kelam. Malam ini tanpa cahaya, bintang pun tak menunjukkan dirinya. Suara deburan ombak yang meninggi sejalan dengan bulan purnama di ujung lautan. sesekali purnama itu tertelan awan hitam. sepertinya hujan bakal datang dan Pramoedyo tidur memeluk tubuh gadis kedinginan di sampingnya. Ia merasakan dingin yang sama. *** *Pov Bram Takut dan marah, aku tak tahu bagaimana ini bisa terjadi pada ku. Dia terlalu rentan dimanfaatkan, rasanya

