lalu matanya menyapu wajah mimi, turun ke leher kemudian jatuh pada bagian yang lebih bawah, "apakah Bram masih menjagamu atau sudah mencoba mu, mari kita buktikan" Pria ini menyusupkan telapak tangannya pada sela wajah mimi, antara rambut dan telinga. Meraba dan turun ke bawah hingga gadis itu menggeliat. sekali lagi senyum khas Pram terlihat samar menghiasi wajahnya, tiap kali dia melihat gerakan yang di suguhkan Mimi. Sejalan kemudian telapak tangan besar yang turun menarik perlahan kain yang membungkus bahu mimi, sebelum kecupan kecil menyentuh bahu gadis itu. secara serentak tubuh kehilangan kesadaran tampak terkejut, ia yang putih bak melati bergerak halus sebelum meringkuk lagi. mencari tempat ternyaman di dalam dunia fantasinya sendiri. Mimi mabuk detik ini, seluruh kulit wajah

