Hitam (3)

1241 Kata

Icha Setelah gagal menikah beberapa tahun yang lalu, aku sudah mencoba melakukan taaruf lagi. Aku tak perlu menceritakannya dengan detil. Karena tak ada satu pun yang berhasil. Ada ikhwan yang siap, akunya yang mundur. Atau sebaliknya. Intinya belum menemukan yang cocok. Tak terasa usiaku makin bertambah, eh berkurang. Ya, sisa umurku yang berkurang, sementara pada umumnya orang-orang menyebutnya bertambah. Mungkin dikatakan bertambah karena orang berpatokan pada angka usianya. Kini usianya menginjak kepala tiga lebih dua tahun. Usia yang menurut penilaian orang-orang sudah terlampau dewasa bahasa halusnya, kasarnya orang-orang mengatakan perawan tua. Aku mulai ketar-ketir. Mama juga demikian. Tapi ya mau bagaimana lagi. Aku memandangi wajahku di depan cermin. Memang ada perubahan dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN