Tidak biasanya pulang sekolah Aqila tak mengucapkan salam. Dia masuk rumah tanpa menyapa ayahnya, padahal ayahnya duduk di kursi ruangan tengah. Pak Cecep merasa ada yang ganjil dengan anaknya. Anak itu buru-buru masuk kamar dan tanpa mengganti seragamnya dia jatuhkan tubuhnya dikasur. Dia hanya membuka kerudungnya. Kerudungnya dia biarkan tergeletak di lantai, padahal biasanya dia gantungkan di kapstok. Ayahnya masuk ke kamar Aqila. Dia mengusap rambut anaknya. Rambut di dekat dahinya basah oleh keringat. Aqila mengubah posisi tidurnya. Kini dia membelakangi ayahnya. "Qila pasti lapar. Ayo ayah temani makan!" ucap ayahnya sambil terus mengusap kepala putrinya itu. Tak ada jawaban. Aqila memejamkan matanya meskipun sama sekali tidak mengantuk. "Qila sakit? Ayah bantu carikan obat ya, t

