Sebulan Kemudian Panggilan Pak Cecep yang sebelumnya biasanya dipanggil Cecep kini telah berubah. Orang-orang kini menyebutnya Copet. Entah siapa dari ketiga orang itu yang menyebarkan omongannya sehingga orang-orang di sekitar tempat tingga Pak Cecep saat ini menjadi terbiasa memanggilnya Pak Copet. Pulang dari masjid, Pak Cecep melewati sebuah warung kopi. "Hei Copet mau ke mana?" tanya salah seorang yang lagi nongkrong di warung kopi. Orang-orang di samping kiri dan kanannya terkekeh sambil memandangi Pak Cecep. Alangkah terhinanya Pak Cecep. Namun dia menahan diri untuk tidak bereaksi. Dia berpikir mungkin mereka berani menghina dirinya saat karena dirinya tidak berharta dan tidak memiliki jabatan lagi. Mungkin kalau posisinya saat ini dia masih menjabat sebagai seorang bupati dan

