Proposal (3)

685 Kata

Icha Setelah shalat Isya, aku berdiam diri di kamar. Aku membuka aku media sosialku. Kulihat Mahmud Alim sedang OL (on line) juga. Kebetulan sekali, aku tidak usah mengirimkan email atau pesan singkat padanya. Aku mulai mengetik kalimat. Assalamu alaikum. Sedang sibukkah? Saya ada sesuatu yang ingin dibahas sebelum pertemuan nanti di rumah Kak Wulan dan suaminya. Waalaikumussalam. Enggak. Lagi nyantai. Silakan. Mohon maaf ada yang belum saya cantumkan di CV. Mengenai ayah saya. Begini, ini termasuk aib buat saya. Ayah saya sedang dipenjara karena kasus korupsi. Apakah dengan kondisi seperti itu, masih berminat untuk melanjutkan taarufnya? Lama tak ada balasan. Aku menunggu. Dan pasrah apa pun yang akan terjadi kemudian. Tidak Masalah. Sesuai dengan rencana. Pertemuan dilangsungkan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN