Arka melirik jam di tangan sambil membaca email masuk lewat ponselnya, lalu dia mengawasi rumah seperti tak ada penghuninya. Pria itu bertindak hati-hati, dia mulai mendekat ke kamar maminya. Berjalan perlahan tanpa ingin ada yang melihatnya. Namun saat dia semakin dekat, Alvin menarik sambil mendekap mulutnya. "Sssttss.. Jangan disini. Kalau ayah tau, kau bisa dibunuhnya." Ucap Alvin setelah melepaskan dekapannya. Arka kaget, dia tak percaya Alvin ingin menyelamatkannya dalam bahaya, bukankah selama ini laki-laki itu ingin hidupnya hancur. "Sadar yang kau lakukan? Kalau sih Danur b***t tau kau menyelamatkanku, justru kau akan dapat penggalan darinya." Alvin menatap malas, dia tak perlu menjelaskan secara detail alasan menyelamatkan Arka. "Kau jangan bertindak bodoh seperti ini. D

