"Tadi Ayah ngomong apa sama kamu, Mas?" Ayyas tersenyum begitu ia berhenti di depan teras rumah kediaman Hazig. Tatapannya tak lepas dari mata coklat Azzura. "Cuma bahas acara pertunangan kita, tapi aku sempat berterima kasih juga sama beliau," ungkap Ayyas. "Oh, iya? Untuk apa kamu berterima kasih sama Ayah?" Azzura terlihat penasaran. Ayyas menggeleng, membuat Azzura mencebik kesal. "Ya udah kalau gak mau kasih tahu!" Ayyas tergelak. "Duh, jangan marah dong! Nanti aja pas kita udah menikah, baru kamu tahu alasan aku berterima kasih sama Ayah." "Habisnya Mas Ayyas udah terlanjur bikin penasaran!" sungut Azzura. Ayyas hendak kembali masuk ke dalam rumah, akan tetapi Azzura mencekal lengannya. "Mau ngapain, Mas?" Azzura mengernyit. "Mau bujuk Ayah," jawab Ayyas. "Bujuk?" Ayyas m

