Ayyas keluar dari kamar mandi dalam keadaan lebih segar. Sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, pria itu menatap cermin lalu tersenyum. Wajahnya tampak lebih dewasa dibandingkan delapan tahun silam. Tubuhnya pun lebih berisi dan tampak berotot di lengan dan perutnya karena rajin berolahraga. Pola makannya pun lebih teratur dibandingkan saat masih kuliah, di mana ia harus banyak berhemat demi bisa membayar uang sewa kos. Setelah rambutnya setengah kering, Ayyas mengenakan baju koko putih, kopiah hitam polos, dan sarung motif kotak-kotak berwarna merah marun. Namun, Ayyas merasa melupakan sesuatu. Ia membuka laci nakas paling atas dan mengeluarkan sebuah amplop coklat berukuran besar. Setelah itu, ia mengeluarkan isinya berupa sertifikat tanah dan rumah yang baru sempat ia ambi

