"Aku pergi dulu, ya, Mami, Papi!" Franklin mengecup punggung tangan kedua orang tuanya satu per satu. "Ingat pesan Mami, Nak!" "Pesan yang mana, Mi?" tanya Franklin bingung. "Ck, anak ini!" decak Felisha. "Bawa calon mantu Mami dong! Gimana sih!" "Melahirkan saja belum, Mi!" balas Franklin. "Ya nanti kalau udah kelar nifasnya," ujar Felisha. "Kamu bikin adik lagi gak masalah. Ada Mami sama Bunda Nay yang siap jadi baby sitter buat cucu-cucu kami. Terus ada Papi sama Ayah Hazig yang siap jadi kuda-kudaan buat mereka!" "Lho, nanti aku encok gimana?" ucap Andre tak terima. "Halah, buat cucu kok kamu protes sih, Mas!" sungut Felisha. "Lagi pula kamu main kuda-kudaan sama aku malah keenakan, gak ada encoknya tuh!" "Sensor!" sela Franklin. "Lama-lama aku makin ngebet nikah kalau kalian b

