Mata pria paruh baya itu tampak berbinar bahagia saat melihat dan merasakan tangan Franklin memijat pelan kedua kakinya setelah ia makan dengan disuapi oleh putranya tercinta. Sementara Franklin tetap fokus memijat. Dua wanita beda generasi masuk ke dalam ruang rawat VVIP tersebut dengan wajah semringah. "Kalian dari mana?" tanya Andre. "Alice beli pizza di luar, Mas. Ya sekalian kita belikan buat Franklin juga yang belum makan," jawab Felisha. "Apa? Kenapa kalian lama sekali? Anaknya datang malah ditinggal makan!" sungut Andre. "Gak apa-apa, Papi," sela Franklin. "Tadi aku belum lapar kok, tapi begitu bau pizza ini tercium baru deh lapar!" kelakarnya. "Ya udah, kamu makan dulu. Perasaan Papi juga udah lebih baik kok." "Iya, Papi," sahut Franklin. "Kak, kerja di Yogya enak gak?" ta

