Franklin memperhatikan penampilannya sekali lagi di depan cermin. Wajahnya yang tampan terlihat lesu. Kantung matanya tampak jelas karena kurang tidur. Setelah ia berkunjung ke rumah Azzura, ia memilih tenggelam dalam kesibukan urusan kantor. Ia juga sempat menemani atasannya dalam perjalanan bisnis ke Sydney selama tiga hari dua malam. Franklin kembali menghela napas panjang. Hari ini terasa begitu berat untuk ia lalui. Haruskah ia terpuruk di hari bahagia wanita yang ia cintai? Ternyata ikhlas adalah perkara yang sulit untuk dilakukan. Ikhlas adalah urusan hati. Seseorang dinyatakan ikhlas apabila kata ikhlas itu tidak terucap lagi dari bibirnya, sebagaimana tak ada satu pun kata ikhlas yang tertulis dalam surah al-Ikhlas. Franklin keluar dari kamarnya dan bergegas meninggalkan rumah.

