Franklin berhasil menyelesaikan pekerjaannya tepat jam lima sore. Helaan napas lega terdengar samar. Ia pun segera berdiri untuk meregangkan otot-ototnya setelah berjam-jam duduk dan sesekali harus keluar masuk ruangan kerja Heru. Untung saja Dania sudah pulang sejak jam dua siang sehingga ia lebih nyaman selama bekerja. "Franklin, sudah mau pulang?" tanya Heru. "Ah, iya, Pak!" sahut Franklin. "Ini lagi beberes dulu sebentar." "Kalau begitu, saya pulang duluan, ya!" Franklin pun menjawab dengan anggukan seraya tersenyum lebar. Selepas kepergian Heru, Franklin kembali merapikan meja kerjanya dan mematikan laptopnya serta menyimpannya dalam tas ransel hitam yang selama ini menemaninya bekerja. Ia pun mengunci ruang kerjanya dan segera meninggalkan lantai lima belas kantor itu. Setelah

