33. Teman Baik

1080 Kata

Di tengah teriknya matahari, seorang pria yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam sedang mengusap keringat yang bercucuran di pelipisnya. Helaan napas terdengar lirih dari mulutnya. Iris coklatnya yang indah itu menatap nanar map karton yang sejak tadi pagi ia pegang dan membawanya ke berbagai kantor yang ia lalui. Namun, satu pun tidak ada yang menerimanya. Hendak menyerah, akan tetapi saat ini masih terlalu siang untuk kembali ke rumah kontrakannya. Perutnya pun mulai berbunyi tanda meminta haknya. Perlahan kakinya mulai melangkah menuju salah satu warung yang berjarak sekitar lima ratus meter dari posisinya. Aroma sedap dari seekor lele yang tengah digoreng membuat perutnya semakin meronta. Ia pun duduk di salah satu kursi dan memanggil seseorang dan menyebutkan hidangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN