Franklin memasuki rumah seraya mengucapkan salam. Ia duduk di sofa dengan merentangkan kedua tangannya lalu memejamkan matanya. Kaki kirinya melepaskan sepatu yang di sebelah kanan dan sebaliknya. Fisiknya terlalu lelah. Setelah berpisah dengan Ayyas tadi siang, Franklin melanjutkan perjalanannya ke kantor lain yang belum ia datangi. Ayyas sempat menawarkan dirinya untuk mengantarnya, akan tetapi ajakan itu ia tolak dengan halus karena tak ingin merepotkan pria baik hati itu. Franklin tersenyum tipis. Batinnya mengakui keramahan Ayyas dan sifatnya yang tak pernah pandang bulu dalam menolong orang lain padahal mereka tak saling kenal. Maka sangat wajar jika Azzura begitu memuja Ayyas hanya lewat tatapan mata. Franklin menghela napas panjang, lalu menunduk untuk melepaskan kaus kakinya. Ia

