Felisha menatap datar bayangan Andre dari pantulan cermin. Andre bergegas mendekati istrinya, tetapi wanita itu bergeser ke kanan dan duduk di tepi ranjang. "Mau sampai kapan kamu begini terus, Sayang?" Andre ikut duduk di samping sang istri. "Sampai Franklin pulang," jawab Felisha tanpa menatap Andre. "Feli, itu gak akan terjadi!" Felisha menoleh dengan tatapan tajamnya. "Egois kamu, Mas! Di mana hati nurani kamu!" sentaknya. "Dia tidak ada hak lagi tinggal di rumah ini!" balas Andre. Felisha berdiri, kemudian mencondongkan tubuhnya agar bibirnya bisa menjangkau daun telinga sang suami. "Mari kita bercerai, Mas!" bisik Felisha. Tubuh Andre menegang. Tatapannya semakin sayu. "Tidak, Sayang, aku tidak mau!" "Aku kehilangan Mas Andre yang dulu," lirih Felisha. "Kamu yang menantikan

