43. Tak Mudah Lupa

1030 Kata

"Apa yang akan Anda lakukan, Pak?" Heru menghela napas panjang, lalu menatap sang sekretaris yang sudah bekerja selama dua bulan dengannya. "Maafkan saya, Nak. Semuanya terjadi karena saya yang membiarkan Dania mendekati kamu. Hah, rupanya anak itu tidak pernah berubah sama sekali! Dia masih saja ambisius terhadap sesuatu. Saya sadar, saya sudah salah mendidiknya. Saya sudah terlalu sering memanjakannya." Franklin diam, masih memperhatikan wajah Heru yang terlihat merasa bersalah. "Dania tidak suka jika keinginannya ditolak. Apa pun akan dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau, termasuk merendahkan dirinya sendiri. Pasti setelah ini dia akan terus mengganggumu. Karena itu ...." Heru mengeluarkan selembar kertas dari dalam laci meja kerjanya kemudian menyerahkannya pada Franklin.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN