Masuk sinar mentari membuat 2 orang telah berbagi pelu itu terbangun.
"Hmmm, apa yang terjadi semalam?"kata Wanda bingung.
"Asih kepalaku sakit,"kata Juan dengan meraih sesuatu di Nakas yah teleponnya.
"apa Yang terjadi tadi malam yah?"kata Wanda sambil melihat tubuh yang oenuh kissmark.
"Berisik sekali,kau ini diamlah,aku ingin tidur kembali,"kata Juan dengan menaruh bantal dikupingnya.
"Kyaaaa .......apa tujuanmu..... iuhhh.... mengapa aku bisa tidur 1 ranjang denganmu,"kata Wanda memekik kaget.
"Kau pikir siapa ceroboh meminum jus sudah ada obat perangsangnya?"kata Juan mendecak.kesal.
"Hah apa?minumanku sudah kau nodai yah,kau sengaja rupanya hey Tuan,"jata Wanda marah besar.
"Siapa yang mau tidur denganmu lihtlah kau sendiri yang menyuruhku menidurimu kauntidak.ingat nona,"kata Juan dengan nada kesal.
"Baik-baik aku minta maaf untul itu,tapi kaukan bisa mengrlaknya Tuan,"kata Wanda dengan marah lagi.
"Aku sudah berusaha namun kau selalu melakukan hal membuat kesabaran dan libidoku tak bisa kukendalikan Nona."kata Juan Mendesah kesal.
"Baik,sekarang apa maumu?kau tidak pakai k**** bukan?aku bisa hamil anakmu bodoh,"kata Wanda kesal.
"Mana sempat aku tidak suka dengan wanita dan kau wanita pertama yang aku tiduri sungguh,"kata Juan dengan tatapan polos.
"Kau harus bertanggung jawab atas urusan ini awas sajah Jika tidak,"kata Wanda sambil mengulung selimutnya kekamar.mandi.
"Baik,aku bilang Raymond mengatar ke Tempat kerjamu tentang pertanggungjawabanku,"kata Juan lagi pasrah.
Juan bangun dari tempat tidur setelah Wanda keluar dari toilet dan sekarang dia sedang merapihkan diri untuk kembali kerumah dulu.Memakai baju dressnya sedikit dan blasernya. Juan langsung membersihkan diri dan mandi setelah malam panjang dengan Wanda yang gila.
Juan tidak menyangka bahwa penyakitnya hanya sembuh jika bersentuhan dengan Wanda. Sungguh aneh bukan padahal dia sudah berkali-kali ke pisikiater. Juan pun selesai berpakaian dan menelepon Raymond.
"Ray, aku butuh bantuan-Mu bro,"Kata Juan drngan agak frustasi.
"Ahay,kau sudah tidak per**** lagi sekarang bung,"kata Raymond meledek Juan.
"Kau... Kau sengaja yah meningalkanku disana dan melakukan ONS dengan Wanda,"kata Juan dengan agak kesal.
"What?kau melakukannya dengan Wanda anak Pemilik Batu bara Pak Alvian,Gila sungguh Gila sahabatku ini,"kata Raymond tidak percaya.
"Dia meminta pertanggungjawabanku karena merebut kesuciannya,kau tahu dia masih p*****n,pertama melakukannya denganku. Aku bisa gila."kata Juan dengan Nada agak sedih.
"Itu bonus kalian sama-sama baru melakukannya,seharusnya kamu menggunakan k***m sih,"kata Raymond nyengir sambil membayangkan bosnya melakukan ONS dengan Wanda.
"Itu sebabnya Wanda tidak mau Hamil anak-ku,Namun aku memang tidak memakai k**** saat melakukannya pertama kali,"Kata Juan agak cemas.
"Aidh,itu tidak akan menjadi bayi asal kau tidak melakukannya berulang kali, dan jika sp***mu sehat baru akan membentuk janin di rahim Wanda. Namun apa sebaiknya aku lakukan untuk membantu-mu,"kata Raymond lagi.
"Buat surat perjanjian pertunangan dan jangan lupa membuat beberapa point penting didalamnya, aku tidak ingin terikat hubungan dengan wanita itu lebih lama,Ray. Bisa gila dia selalu marah-marah kepadaku dengan tidak jelas,"kata Juan kepada Raymond.
"Baiklah,owh yah Tante mencarimu,taoi aku sudah bilang kau menginap diapartemen-mu di Jalan.Basri,"kata Raymond mengingatkan temannya.
"Sialnya,aku harus menghubungi ibu jika tidak ingin dia khwatir. ayah juga akan mengangtungku jika ibu sakit,"kata Juan mengakhiri telponnya.
Ditempat lain Wanda menyerti mobilnya kedalam rumah dan disambut Bibi Jum.
Bibi Jum nampak khawatir karena Wanda Hamilton tidak pulang. Bibi Jum.mengintrogasinya seperti biasanya saat pulang telat.
"Non,kemana sajah. memangg Tuan tidak ada tapi jaga sikap,Non."kata Bibi Jum meperingatkan.
"Bi,bisa tidak jangan mempertanyakan hal inj aku sangat lelah,bi."kata Wanda sambil berlalu.
"Terserah,non. Tapi ini lebih kebaikan non.Non, bibi sangat mengasihi Non."kata Bibi Jum drngan nada bergetar.
"Baiklah,bi aku juga tidk akan pulang.malam lagi,"kata Wanda menyahut setelah berjalan kelantai 2 menuju kamarnya.
"Baiklah, Saya pegang kata-kata non. Ada nasi uduk kesukaan,non. dan juga ayam goreng bibi sudah masakkan."kata Bibi Jum dengan menarik nafas lega.
Wanda kemudian menutup pintu kamar dan menangis tentang kebodohan dia sehingga berakhir bertemu Juan. Wanda tidak pernah berfiki untuk ONS dengan siapapun karena dia mengingat pesan mamanya. Nak,serahkanlah kesucianmu kepada Suamimu dia berhak atas dirimu. pesan itu masih terngiang-ngiang dia malah membuat kecewa mamanya di surga. Wanda.menangis dan tertidur hampir dia lupa perjanjian dengan Juan dikantornya pagi ini di Jam 9 pagi. Juan sudah ngewa dia.
To: Wanda
[aku akan ketempatmu jam 9 pagi,bawa surat pernjanjian kita]
To:Juan
[Baiklah,aku tunggu. ngomong-ngomong kau tahu darimana ponselku]
To:Wanda
[Buat apa punya sekertaris gapi tidak dimanfaatkan, kau bodoh sekali]
To:Juan
[Kau b****k,aku tidak bodoh. kau tahu aku ini Cantik dan pintar,kau sajah yang bodoh]
To:Wanda
[Pusing ngomong sama kamu bikin mumet, sudahlah kitakan ketemu nanti dan aku harap perjanjian ini tidal akan membuat kabur.
xoxo]
To:Juan
[Kau pikir aku mainanmu lihat sajah siapa yang akan kabur duluan]
Setelah mengakhiri percakapan wa itu lalu Wanda bangkit dan mandi dengan cepat. harus segera kekantornya bertemu dengan Juan. Hari ini Wanda mengenakan Baju menutupi leher jenjangnya dia masih sangat cantik wlau habis melakukan ONS dan dia juga baru berumur 23tahun. Satu lagi dia hanya pandai menyetir dan melakukan pemasaran. Juanpun sudah siap dengan surat ditangan kanannya dengan senyum mengembang karena perjanjian di buat Raymond cukup memuaskannya. Juan mengendari Mobil Mercynya dan membelah Jakarta Pusat dan menuju kantor Wanda di Tamrin. Wanda sudah sampai harap-harap cemas didalam kantornya. Juan sudah sampai langsung naik kelantai atas memang sudah ditunggu oleh Wanda.
"Hai, Wanda" Kata Juan dengan tenang.
"Jangan Formal, kau membuatku gugup,"kata Wanda terus terang.
"Memgapa kau gugup apa perky kita melakukannya lagi disini?aku akan membuatmu mendesah,"kata Juan berusaha menggoda.
"Akan ku pukul Juniormu jika kau macam-macam dikantorku,"kata Wamda Marah.
"Tenang sajah,aku tidak akan menyentuhmu srbelum kita benar-benar menikah,"kta Juan dengan tegas.
"apa...apa aku tidak salah dengar Tuan gila?"kata Wanda dengan marah.
"Ini surat pertunangan kita dulu setelah 3 bulan aku akan benar-benar menikahi-Mu dengan surat perjanjian juga tentunya."kata Juan menegaskan.
"Kau sudah gila aku memang menyuruhmu bertanggungjawab namun tidak dengan seperti ini,"kata Wanda dengan tegas.
"Nona keras kepala,aku memberimu waktu 1 minggu,untuk.berfikir."kata Juan sambil berlalu meningalkan surat perjanjian itu di meja kantor Wanda.
Wanda masih terdiam saat Juan menaruh surat perjanjian utu di mejanya tanpa menyadari kehadiran Dominic.
Dominic masuk tanpa mengetuk pintu kantor Wanda. Wanda kaget sontak secara spontan melihat siapa yang masuk keruangannya.
"kamu tidak bisa aku hubungi kemana sajah sih,Wan. aku sangat khawatir denganmu,Sayang."Kata Dominic memelas.
"Untuk apa lagi kamu datang kepadaku,apakah Jeslyn tidak cukup untuk kau jadikan mainan barumu,"kata Wanda marah sambil mengebrak mejanya.
"Aku tidak mencintai Jeslyn. Wanda. aku hanya mencintai dirimu. Maafkan aku yang bodoh ini sayang."kata Dominic mulai mendekati Wanda.
"Keluar kau dari ruanganku. aku tidak ingin melihatmu sedikitpun."hardik Wanda marah dan memencet interkom memanggil security kantornya.
Dipintu depan seorang satpam bernama Jaya sedang berjaga dia satpam bertugas dari siang hingga malam,Pak darmin sedang sakit. Begitu melihat interkom kantor bu Wanda menyala.
Jaya menekan interkom dan.menjawab panggilan Wanda.
"Pak Segera kirimkan orang ke ruangan saya segera ada oenganggu di ruangan kerja saya."Kata Wanda memohon.
"Baik,bu saya yang akan kesana sekarang"kata Jaya dan mematikan interkom diruangannya.
Juan tadi sudah hampir sampai dimobil lalu mengikuti langkah Jaya sang security kantor karena tidak biasanya Security terburu-buru. Jayapun nauk dengan lift mempercepat sampai dikantor Wanda begitu juga dengan Juan. Sesampainya diruang kantor Wanda Jaya langsung menarik paksa seorang laki-laki blasteran bernama Dominic diteriaki oleh Wanda. Juan langsung berusaha menenangkan Wanda. Juan mengancam Dominic agar tidak menganggu Wanda.
"Kamu Jangan berani-berani menganggu Tunangan Saya yah Ancam Juan kepada dominic.
"Apah kamu pnya tunangan,lihat siapa wanita j****g ternyata kamu tidak.lebih baik dari Jeslyn rupanya,"ujar Dominic mendecah.
"Cukup Dom,Cukup kau yang berselingkuh lebih dulu bukan, aku hanya memang belum mengumumkan aku bertunangan drngan Juan."kata Wanda membela diri.
"Baik-baik,aku mengerti sekarang. aku akan pergi tidak usah kau seret aku wahai Jaya."kata Dominic marah.
"aish, aku hanya melakukan tugas lagipula anda menganggu ibu Wanda atasan saya,"kata Jaya dengan polos.
Juanpun segera pamit dan Wanda akhirnya bisa lega setelah Dominic meminta penjelasan mengenai pertunagannya. walaupun pertunangan atas dasar pertanggung jawaban namun Juan merasa ada hal yang aneh dalam dirinya karena ingin melindungi Wanda.