Perjanjian

1255 Kata
Hitam diatas putih setidaknya itulah terjadi saat ini. Perjanjian sudah hadus Wanda tandatangani sekarang ini. Mundur sulit maju seperti menanam duri dalam dirinya. Sungguh kisah yang tragis bertunangan dan akan menikah tanpa cinta tidak pernah terbanyangkan oleh Wanda. Wanda akhirnya menelepon adiknya. "Hai, Bas,"apakah kau bisa datang minggu depan ke Indonesia nampaknya,kk akan bertunangan,"kata Wanda dengan tegas. "Lucu sekali bercandamu kakak,Tunangan dengan siapa dengan Dominic. laki-laki itu br***** kakak. Aku tidak suka dengannya,"kata Baskara tegas "Bukan Sebaliknya kami sudah putus memang benar di br***** dan sangat tidak tahu malu. Dia mengamuk begitu tunanganku datang,"kata Wanda kesal. "Baiklah,aku akan menghadiri pertunangan kalian karena akupun penasaran siapa berhasil menaklukan hati bengis kakakku ini,"kata Baskara menggoda Wanda dengan senang. "Apakah Ayah menghubungi-mu,dik?"kata Wanda Khawatir. "Tidak aku rasa ayah sedang disuatu tempat,"kata Baskara menenangkan kakaknya. "Baiklah,see next week my brother,imiss you,"kata Wanda mengakhiri teleponnya. "I miss you too my daughter,"kata Baskara menutup teleponnya. Baskara sendiri sedang berada di sebuah restoran. Restoran chinese food menyediakan berbagai makanan chinese food. dia bekerja hampir 3 tahun di restoran itu karena sebernarnya dia naksir seseorang.Diapun melamar pekerjaan sebagaintukang cuci piring demi misi pdktnya.Seorang perempuan cantik berlesung pipi bernama Sachi Narutame menghampirinya. Sachi sudah bekerja 3 tahun lamanya sebelum Baskara. Sachi merupakan gadis keturunan Chinese Tionghoa berasal dari China. dia menuntut ilmu di Australia mengambil jurusan di University Of Sydney. "Bas,Can u Help me please?"kata Sacho tersenyummanis "Okay, Ican gelp u my pleasure,"kata Baskara lagi dengann semangat. Baskara dan sachi melanjutkan perkerjaan mereka. Juan masih uring-uringan dikantornya mamanya menjodohkannya dengan Aretha Mulya anak dari Sukma teman mamanya. Raymond melihat temannya uring-uringanpun mulai membuka percakapan. "Haish,Juan aku pusing melihat kau mondar-mandir,aigoo."kata Raymond menegaskan. "kamu mah enak udah ada Linda yang pasti menemani, aku dijodohkan dengan Aretha haish.Mau ditaruh mana muka aku yang ganteng ini."kata Juan resah. "Mana kutahu,kau bukannya menolak sih. kau juga akan bertunangan dengan Wandakan?"kata Raymon drngan teliti. "Tapi Wanda belum pernah ngew* aku lagi ini sudah hari Jumat kau tahu,"kata Juan tidak sabaran. "Lah, ini aku rasa kau mulai ada rasa sama Wanda buktinya kau sampai memikirkan jauh kedepan langkahmu dan dia. Linda sajah mau kulamar tahun depan,"kata Raymond dengan bangga. "Otakmu itu macet kali,mana kungkin aku suka dengan perempuan seperti Wanda."kata Juan berusaha mengalihkan pembicaraan. "Aku tidak percaya, bahkan kau mungkin memmipikan untuk tidur lagi bersamanya,"kata Raymond menggoda Juan. "Aish aku tidak akan menyetuhnya lagi sebelum kami menikah. lagipula dia bukan barang,Ray."kata Juan membela Wanda. "Memang cinta itu buta aku lebih baik melanjutkan pekerjaanku agar bisa bertemu sayangku Linda,"kata Raymond menutup ruang kerja Juan. Kepergian Raymond dan pernyataannya membuat seorang Juan Chirstian Ceo Dark company berhati dingin bingung. Juan merasa khawatir jika Wanda tidak menerima pertunangan mereka walaupun hanya diatas surat perjanjian. Sementara Wanda melajukan mobilnya kembali kerumahnya.Hari ini iyah memilih makan dirumah karena Bibi Jum sudah memasak Nasi uduk dan ayam goreng kesukaannya mana mungkin Wanda menolaknya.Wanda berlari kecil menuju rumahnya. Namun langkahnya terhenti karena ada 2 orang berjas hitam memasuki rumahnya. Bibi Jum juga menyabut mereka dan memperislahkannya masuk. "Pak, ada yang bisa bibi vantu?"kata Bibi Jum ramah. "Kami dari Pihak Bank ingin menanyakan perihal perjanjian dengan atas nama Wanda Hamilton pemilik Perusahan Batu bara company,"tegas salah satu piak bank. "Silahkan duduk,Nona sebentar lagi datang,"kata Bibi Jum.mempersilahkan tamunya duduk. Wandapun dengan kecepatan seribu langkah memasuki pintu depan. Wanda kemudian menyapa kedua laki-laki yang merupakan pihak bank. "Maaf pak,apa yang bisa Saya bantu?"kata Wanda dengan hati-hati. "Begini kami ingin menyampaikan bahwa rumah Ibu Wanda akan segera dilelang mohon ibu mengemasi barang-barang ibu,"kata Salah satu pihak bank itu. "Tidak ada keringanan untuk kami,pak?"kata Wanda dengan memelas. "Ibu Wanda harus membayar 1 milliar untuk menebus rumah anda ini dan 3 miliar untuk perusahaan,anda"kata Salah satu pihak bank mejelaskan. "Tegang waktunya sampai kapan,pak?"kata Wanda bingung. "Kalau rumah sampai dengan minggundepan kalau perusahaan sampai bulan Mei 2023,"kata Salah satu pihak bank menjelaskan. "Baiklah Jika begitu,terimaksih atas kerjasamanya."Kata Wanda menyalami para petugas bank itu dan mempersilahkan mereka keluar. Wanda semakin bingung mencari jalan keluarnya. Karena harus melunasi hutang Ayahnya di Bank,Apalagi Pemasukan dari Batubara Company sedang sulit.Wanda kemudian lekas mandi dan makan malam ditemani Bibi Jum.Sebuah percakapan dimulai. "Bibi tidak tahu bisa membantu,Non. apa tidak,jika non berkenan bibi mempunyai rumah tidak jauh dari sini walaupun sederhana tapi cukup untuk ditinggali,"kata Bibi Jum dengan suara lirih. "Hem,sebenernanya aku lagi memikirkan jalan keluarnya.Mungkin rumah ini akan aku tinggalkan namun perusahaan akupun juga tidak bisa meninggalkan usaha yang Ayah rintis begitu sajah,"Kata Wanda menjelaskan. "Bibi tidak begitu tahu mengenai rekan kerja Ayah,Non. Perusahaan mungkin,Non. leih mengerti daripada Saya,"kata Bibi Jum menjelaskan. "Masalah perusahaan biar saya bersiskusi dengan Baskara juga sebentar lagi dia pulang dari Australia. Apakah rumah bibi bisa menampung kami berdua?"kata Wanda kembali. "Bibi kira bisa memang anak-anak bibi sudah menikah semua dan tinggal bersama suaminya ditempat lain,"kata Bibi Jum menegaskan. "Baiklah, masalah tempat tinggal sudah berrs dan aku akan menyelesaikan urusan perusahaan,Terimaksih yah Bi. Maaf apabila saya selalu marah-marah dan membentak,bibi selama ini,"kata Wanda memelas. "Bibi mengerti karena,Non. Mungkin belum merasakan hidup susah dan mungkin tidak ada yang mengerti,Non. Ibu non telah tiada."Kata Bibi Jum sedikit meneteskan air mata mengenang Nyonyanya yang baik hati. Dilain tempat Juan dan Raymond sudah berada di rumah Juan bertemu drngan Mama Juan. Mama Juan menyabut keduanya dengan hangat dan makanan lezat tentunya. "Kamu dari mana sajah,nak"Kata Mama Juan Margaretha. "Haish,mama aku bukan anak kecil lagi, owh yah mengenai perjodohan drngan Aretha anak Ibu Sukma aku tidak mau,aku sudah akan ada calon sendiri,"kata Juan Tegas. "Owh siapakah dia,Orang kaya seperti kita atau model atau apa pekerjaannya?benar dia wanita tulen?orang tuanya bekerja dimana?"kata Mama Juan Antusis. "Dia wanita tulen tante,Juan juga sudah menanam.saham.diperut wanita itu,"kata Raymond seraya menggoda dan mencontohkan dengan menyentuh perutnya sendiri. "Apah? Kau benar-benar melakukannya dengan dia sungguh hebat. Wanita ini hebat sekali bisa menghilangkan Physical Touch anakku, aku rasa dia bukan anak sembarangan bukan begitu,Ray?"kata Mama Juan lagi tersenyum senang. "Tapi dia meminta pertanggung jawabanku mah,aku sudah meminta bertunangan denganku dan bahkan menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggungjawabku,"Kata Juan menjelaskan. "Itu bagus aku akan segera punya menantu dan cucu,Ray.Kau bantu dia mengurus keperluannya dan biarkan tante yang bilang ke Om untuk melamar Wanita itu,"kata Mama Juan dengan mata berbinar. "Tapi dia belum menjawabnya,ma. Aku tidak tahu dia menerima lamaranku apa tidak,jadi mama jangan terlalu antusias,"kata Juan mengingatkan. "Owh, Bagaimana tidak mama selalu berdoa setiap malam bahwa mama bisa membantu anak mama keluar dari traumanya. Tentu mama juga menginginkan Cucu dari.menantu mama,kalau perlu kamu Gas tiap hari. Mama tidak sabar yah ampun.Ray,kau bantu anak tante ini yang kaku buat Wanita itu menikahi Juan. Kamu aku kasih bonus."Kata Mama Juan senang dan berlalu mengingalkan Juan dan Raymond yang terperangah oleh tingkahnya. "Tante, sudah ngebet tuh. Segera laksanakan Misi-mu. Kaukan laki-laki sejati,"Kata Raymond seraya menggoda Juan lagi. "Kau dan Mama sama sajah membuatku pusing. Perjodohan batal,masalah baru telah terjadi lagi."Kata Juan mengelengkan kepalanya. "Masalah darimananya kau bahkan telah ena-ena sama dia,bilang sajah kau kecanduan dengan p*****,"Kata Raymond menggoda Juan lagi. "Otak m**** harus di cuci aku heran dengan Linda seketarismu itu apa unggulnya kamu yah sampai dia jatuh cinta denganmu?Aku tidak ngeres seperti kamu,aku hanya bertanggunh jawab"kata Juan meledek balik. "Linda adalah segalanya bagiku,Aku sangat mencintai Dia. Bahkan aku ingin menikahinya,aku melakukannya dengan cinta bukna dengan nafsu sesaat dan akan bertanggung jawab,"Kata Raymond tersenyum bangga. "Yahsudah, besok kita bahas lagi dikantor, pulanglah Linda mungkin sedang menunggu-mu,"kata Juan menyudahi percakapannya. "Linda hari ini dirumah orang tuanya tidak bisa menemani,malamku. tapi aku pulang dulu beristirahat,"kata Raymond dan berlalu meningalkan Juan dan pamit kepada mama Juan. Juan segera pergi kekamarnya dan mandi setelah itu tidur diranjang king sizenya.Wanda juga sudah terlelap menuju alam mimpi dirumahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN