Sinar mentari memasuki kamar Juan pagi ini dia ingin melepon Wanda. Mungkin terlalu pagi akhirnya Juan mengurungkan niatnya. Memilih untuk keruang makan setelah mandi. Orang tuanya menyambut dengan senyuman.
"Pagi sayang,kau sudah menghubungi wanita itu?"kata Mama Juan serius.
"Nak,secepatnya bawa dia kerumah kita,aku mau melihat calon menantuku,"kata Papa Juan antusias.
"Aku juga mau menyusulnya di kantornya,ingin memastikan sesuatu dulu.Besabarlah kalian semua."kata Juan dengan nada datar sambil mengunyah roti dengan selai cokelatnya.
"Mama sudah membatalkan perjodohan kamu, dengan Ibu Sukma mama Aretha jadi mama harap kamu tidak melanggar ucapanmu sendiri. Mama juga akan menanggung malu akibat ulahmu,"kata Mama Juan serius.
"Baik-baik tenang sajah dia pasti akan menyetujuinya."kata Juan dengan senang.
"Papa akan.membantu kamu melamarnya,berikan alamat tempat tinggalnya. W* papa jangan lupa."kata Papa Juan antusias.
"Baik,tenang sajah.Juan pamit dulu yah Papa dan Mama berangkat kerja dulu,"kata Juan berlalu meninggalkan orang tuanya setelah berpamitan.
Juan melajukan mobilnya menuju kantornga di Tamrin juga. Juan tidak pernah bilang bahwa kantornya dekat dengan Wanda sebab. Kantor Baru Juan ini memang sengaja tidak di publikasikan terlebih dahulu karena suatu hal. Wanda pagi ini sudah membereskan barang-barangnya dan memilih tinggal dengan Bibi Jum Artnya dari 11 tahun yang lalu.
To:Juan
[Kamu kalau mau kerumahku yang baru ada di Jalan Mawar no.4 dibelakang komplek lamaku,mengenai perjanjian pertunangan aku sudah menambahkan beberapa point penting.Terimaksih untuk tawaran rumah dan apartemennya namun aku memilih tinggal dengan Bibi Jum sampai kita benar-benar menikah]
To:Wanda
[Baiklah, mama dan papa sagat ingin bertemu denganmu. Jadi apa artinya kau setuju dengan perjanjian kita?]
To:Juan
[Kau akan tahu begitu tiba dikantorku jam 11 siang nanti, sekarang aku memindahkan barang-barang kerumah baru dulu. Ini sangat banyak kau tahu. Barang adikku sajah juga lumayan banyak.good bye]
To:Wanda
[Baiklah, kau punya adik apa kita undang sajah adikmu di pesta pertunangan kita nanti.Adikmu laki-laki atau perempuan?]
Hening Ponselnya tidak dibales lagi w*nya. Juan pun kembali melanjutkan pekerjaannya banyak client ingin di lelang propertinya. Juan sudah memprediksi akan ada banyak pembeli dan penjual bulan Januari 2023 apalagi tanggalnya muda masih tanggal 11. Wanda kembali melanjutkan aktivitas memasukkan baju-baju dan beberapa barang lainnya kedalam boks. Kamar Baskara tidak.luput dari perhatiannya,ketika membukanya memang banyak piala menghiasi kamar ini sungguh dalam hati tidak rela meninggalkan rumah ini di lelang namun apa daya. mempertahankan rumah berarti harus kehilangan perusahaan,Wanda harus memilih salah satu sebab mungkin tidak cukup membayar semua dalam 1 waktu. Di tempat lain Alvian Tirta sedang asyik membaca koran ditemani dua asistennya mbok Sumi dan Bi Atun merrka berdua art berada di Bandung. Alvian sengaja mengungsi ke Bandung memuluskan rencananya,Baik Putri dan putra tidak tahu lokasi rumah itu karena memang rahasia.Tiba-tiba hpnya bergetar tanda panggilan masuk dari seseorang tidak lain anak buahnya.
"Pak,sudah kami lakukan sesuai rencana putri bapak sudah tinggal dengan bibi Jum mulai hari ini,"kata Laki-laki itu bernama Asep.
"Bagus,mengenai pertunangan putriku dengan Juan apakah sudah bisa dilaksanakan?"kata Alvian dengan tegas.
"Sudah berjalan sesuai rencana,pak. terlebih Juan sudah tidur dengan Wanda putri bapak. Wanda sampai ingin bertunangan dengan Juan sudah sepantasnya apalagi menikah,"kata Asep dengan senyum.
"Lakukan pengintaian lagi, jangan rahasia ini jangan sampai bocor ke Wanda. Biarkan semuanya berjalan sesuai kemauan kita. Aku kasih kamu bonus uang lagi,"kata Alvian tersenyum senang.
"Baik,pak. Terimaksih banyak."kata Asep sumaringah.
Yah orang ada di Klub malam.itu adalah Asep suruhan pak Alvian tidak ada yang tahu bahkan Elang watiers langganan Wanda. Semua merupakan rencana Alvian untuk Wanda putri tercintanya. Walauoun dia tidak menyangka bahwa Asep malah salah menggunakan obat p****** keminuman Jus Wanda tapi ini seprtinya ini yang terbaik. Alvian menutup teleponnya melanjutkan membaca saham harian. Disisi lain Wanda hari ini berdandan layaknya Seorang Wanita ingin bertemu pacarnya. memakai riasan lipstik, perona bibir dan make up natural lainnya.Memakai Baju kemeja dan rok span,mengikat rambutnya yang panjang.Lalu berangkat menggunakan mobil BR-Vnya. Sesampainya dikantor Wanda merapihkan beberapa pekerjaan menyusun laporang keuangan. Seketarisnya bernama Nabila Sykeh sedang mengetik beberapa data untuk laporan kebossnya. Waktu sudah hampir pukul 11 siang,seorang Juan memang tidak suka korupsi waktu tiba dan melenggang masuk bersama asistemnya Raymond Dama. Silahkan duduk suruh Wanda kepada keduanya.
"Baik, Hari ini Saya akan menandatangi perjanjian tersebut namun saya mememinta satu syarat dan sudah Saya tambahkan dihalaman ke 4."kata Wanda dengan tegas.
"Katakan apa yang bisa saya bantu sebagai syaratnya?,kata Juan tidak mau kalah.
"Saya ingin Anda selaku tunangan Saya untuk membantu mencarikan Client untuk Batubara Company dan atau Meminjamkan uanh 3 Miliar sebagai penebusan kepada pihak bank,"Kata Wanda dengan tegas.
"Baik,tidak masalah.Saya juga mempunyai satu syarat anda harus tinggal dengan saya di apartemen saya dekat Tamrin ini,"Kata Juan seraya mengintimidasi Wanda.
"Tidakkah itu merrpotkan-mu, aku lebih nyaman tinggal dengan Bibi Jum. Walaupun rumahnya kecil."kata Wanda berusaha mengelak.
"Iya atau tidak itu keputusanmu tenang sajah saya jamin tidak akan menyentuhmu. Lagipula saya akan lebih sering tinggal diapartemen lain. Satu lagi kau harus bertemu dengan kedua orang tuaku. Minggu depan tepat hari minggu aku akan melamarmu."Kata Juan drngan tegas.
"Baik, iyah aku setuju,kau melamarku minggu depan apakah bisa diwakilkan Baskara adikku,sebab aku tidak tahu ayahku dimana,susah berusaha aku hubungi tapi tidak bisa,"kata Wanda dengan harap-harap cemas.
"Selama masih anggota keluargamu tentu tidak masalah,lagipula dia akan jadi adik iparku,Ray. tolong kamu tulis dan ketik lagi ini pointnya hanya ditulis tangan oleh Wanda. Serahkan kepadaku besok siang dikantor jam 13.00,"kata Juan sumaringah.
"Baik,pak. Laksanakan perintah anda,"kata Raymond dengan cepat.
"Cukup sekian sepertinya pertemuan kita, owh yah. Satu lagi apakah bisa bertemu adikmu secara pribadi?Tentu waktu dan tempat aku persilahkan adikmu yang tentukan,"kata Juan semangat.
"Baiklah,akan kukirimkan nomormu kepadanya.Terimaksih atas bantuannya,"kata Wanda menyalami Juan dan Raymond bergantian drngan senyum semanis mungkin.
Setelah keluar dari ruangan Wanda dia melirik sekertaris Wanda yaitu Nabila, wanita itu tampak serius dengan beberapa dokumen di mejanya. Dalam Hati Juan boss dan anak buah sama-sama penggila kerja. Raymond juga keheranan bossnya berlaku sambil menggelengkan kepalanya. Karena Raymond penasaran dia bertanya.
"Boss apa kau pikirkan?"kata Raymond dengan penasaran.
"Tidak ada Hanya Lucu Boss dan anak buah sifatnya sama pekerja keras,"kata Juan seraya melangkah cepat.
"Owh,I see. Kau mulai tertarik dengan Wanda bukan?Mengakulah aku tahu itu."kata Raymond setengah berlari.
"Hasih,100x kau bertanya seperti itu kupotong gajimu bulan ini,"kata Juan degan cepat karena mukanya merah.
Juan dan Raymond kembali kekantornya berada tidak jauh dari kantor Wanda. kembali denganaktivitas masing-masing. Wanda kembali membereskan berkas dan bergegas merapihkannya. Dia harus merapihkan tempat tidur di rumah Bibi Jum. Tetapi sesampainya dirumah Bibi Jum dia terkejut sudah ada berbagai hidangan untuknya termasuk ayam goreng.
"Bi tidak salah ini makanan banyak sekali,"kata Wanda kaget.
"Tidak,Non.Tadi Bibi juga bingung mengapa uang di rekening bibi bertambah apa mungkin ini karena Tuan mengirimkan uang yah?"kata Bibi Jum penasaran.
"Paling calon tunangan Saya,bi."kata Wanda malu-malu.
"Loh,Non.Sudah ada yang melamar. kapan dia datangnnya,Non."kata Bibi Jum Terkejut.
"Minggu depan di hari minggu dia akan melamarSaya,bi."kata Wanda dengan muka memerah.
"Bagus,lagipula den Baskara juga bakalan hadir.Den,Bas pasti senang dengan ini semua."kata Bibi Jum.
Setelah itu Wanda memakan lahap semua hidangan tersedia di meja.Bibi Jum tersenyum karena Wanda akan menikah. Mereka berdua mengakhiri hari dengan sukacita dan tawa bersama. Juan susah berada dirumahpun sudah menyampaikan alamat rumah Wamda kepada kedua orang tuanya. bahakan mereka tidak keberatan kalau Wanda datang dari keluarga sederhana sekalipun.Disisi lain Jeslyn tidak terima diputuskan oleh Dominic. Merasa marah karena Dominic meninggalkannya dan hanya menggangap Jeslyn sebagai w************n sajah. Jeslyn sendiri ternyata telah memiliki kekasih yang bernama Bastian merupakan model juga. Jeslyn merasa dendam kepada Wanda karena Wanda selalu mendapatkan Hal-hal baik tidak seperti dirinya. Jeslyn tidak menyukai Wanda saat melihat Gadis itu 5tahun yang lalu disekolahnya.